Dampak Pandemi Covid-19, Penjualan Kerajinan Rotan di Kabupaten Kapuas Menurun.

KUALA KAPUAS, IB – Sejumlah Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Kapuas terdampak pandemi virus Covid-19 salah satunya usaha kerajinan rotan “Rudinabil” milik Slamet Riaman yang berada di Desa Pulau Telo, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas. Usaha tersebut mulai dibangun sejak tahun 2010 dan sudah buka selama 10 tahun.

Untuk olahan kerajinan rotan ini ada beberapa yang diproduksi sendiri oleh Slamet Riaman seperti kursi dan olahan pesanan yang dipesan langsung oleh konsumen dan untuk produk anyaman rotan selebihnya yang lain, diproduksi oleh karyawan lepas sebanyak 300 orang, yang tersebar di lima Desa yaitu Mandomai, Kalampangan, Pendaketapi, Sungai Dusun dan Tamiang yang berada di Kabupaten Kapuas.

Saat ditemui di kediamannya, Selasa (25/08/2020), Slamet Riaman menyampaikan bahwa pembeli yang datang berkunjung dan pengiriman barang kerajinan rotan berkurang dari sebelumnya, khususnya untuk keluar daerah di masa pandemi ini.

Bagi pembeli yang datang ketempat kerajinan rotan miliknya ia menerapkan protokol kesehatan dengan mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker dan handsanitizer sebelum masuk dan setelah selesai membeli. Untuk penjualan kerajinan ini mulai dari dalam daerah dan luar daerah Kota Kuala Kapuas, seperti Pulau Jawa, Pulau Bali dan hampir keseluruh Indonesia.

“Akibat dampak pandemi Covid-19 ini usaha kerajinan tangan rotan mengalami penurunan drastis hampir 80 persen dari biasanya, yang mengakibatkan omset berkurang. Penurunan hampir disemua produk anyaman rotan yang diproduksi, mulai dari tas, keranjang sampah, kursi, bingkai cermin, tikar serta beberapa jenis produk lainnya” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *