KALTENG-http://inovasiborneo.co.id-Perempuan mengambil peran pertama bergerak menanggapi bencana COVID-19 ini, sebagai penggerak sosial dengan membuat gerakan gotong-royong membangun kesadaran bersama, untuk penyediaan makanan, dan alat pelindung diri (masker).
Perempuan bergerak mengatasi kondisi ekonomi, diantaranya dengan memproduksi kebutuhan yang meningkat pada saat pandemi, seperti masker, disinfektan, dan alat pelindung yang melibatkan banyak orang,” ucapnya.
Melalui Peringatan Hari Ibu ke-94 ini, diharapkan perempuan-perempuan Indonesia di generasi masa kini dalam segala aktivitasnya tidak melupakan makna dari perjuangan perempuan Indonesia di masa yang lalu. “Khususnya perempuan generasi millennial, mari warnai Peringatan Hari Ibu dengan peran dan karya nyata bagi Indonesia tercinta,” pungkasnya.


