Integrasi kawasan Food Estate: Pertanian, Perternakan Juga Pengembangan Kawasan Budidaya Kelapa Genjah

KALTENG http://Inovasiborneo.co.id-Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Prov. Kalteng Sunarti yang turut mendampingi kunker Gubernur Kalteng bulan November lalu mengatakan, bahwa target pengembangan kawasan Food Estate yang dikembangkan pada tahun 2020 seluas 30.000 hektar di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas melalui program Intensifikasi Pertanian menghasilkan total produksi gabah kering giling sebanyak 114.658 ton GKG yang nilainya lebih tinggi dari sebelum Food Estate yakni 76.530 ton GKG.

“Pada tahun 2021, dari target tanam padi seluas 14.135 hektar untuk intensifikasi lahan sawah, produksi gabah kering giling sebelum FE sebanyak 43.930 ton GKG  meningkat hingga 49.070 ton GKG setelah FE. Sementara itu, untuk tahun 2022, kegiatan intensifikasi lahan Food Estate yang dilaksanakan di kecamatan Pulau Petak kabupaten Kapuas seluas 502 hektar telah ditanam padi pada musim tanam April-September dan sebagian pada musim tanam Oktober – Maret,” terang Sunarti.

Sunarti menjelaskan, pengembangan hortikultura di kawasan Food Estate sejak tahun 2020 hingga 2022 untuk jenis tanaman sayur sayuran mencapai 233 hektar dengan total produksi 1.546 ton senilai Rp24,92 milyar, sementara untuk tanaman buah buahan yang dialokasikan pada tahun 2020 hingga 2021 sebanyak 590 hektar, potensi capaian produksi mencapai 12.626 ton senilai Rp79,55 milyar yang diprediksi menghasilkan panen pada tahun ketiga dan keempat untuk buah jeruk, durian dan kelengkeng, sementara untuk buah pisang sudah panen pada tahun pertama.  

Indikator keberhasilan program Food Estate tahun 2020/2021 di sektor peternakan melalui budidaya itik petelur sebanyak 55.560 ekor terbukti menghasilkan capaian produksi telur 1.399.515 butir senilai Rp4,71 milyar. Peningkatan nilai tambah produk meningkat dengan adanya kreativitas peternak dan pelaku usaha peternakan dengan konsep agribisnis pengolahan telur asin dan kerupuk telur asin.

“Integrasi kawasan Food Estate tidak hanya untuk sektor pertanian dan peternakan, namun juga pengembangan kawasan budidaya kelapa genjah pada tahun 2020/2021 sebanyak 178.000 pohon, yang diperkirakan pada tahun ketiga atau bulan yang keempat puluh, potensi produksi mencapai Rp71,84 milyar,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *