Shrimp Estate Dapat Menjadi Jembatan Sinergitas Lintas Sektor memajukan Sektor kelautan dan perikanan di Kalteng

SUKAMARA-Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah Darliansjah menyampaikan bahwa sebagai pengelola Shrimp Estate, Unit Pelayanan Teknis (UPT) Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL) Kumai menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), melibatkan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) , bumdes, kelompok pemuda, dan kelompok masyarakat perikanan lainnya diharapkan menjadi tonggak keberhasilan dalam manajemen pengelolaan sehingga dapat berhasil memberikan manfaat bagi masyarakat pembudidaya khususnya di wilayah pesisir Kalteng.

Darliansjah menambahkan Pembangunan tambak udang/Shrimp Estate yang berada di Kab. Sukamara ini dikawal para tenaga profesional akuakultur dan tenaga profesional laboratorium dari Denfarm PT. Central Proteina (CP) Prima Sidoarjo, juga melibatkan tenaga kerja lokal yang telah dilatih.

Program tersebut merupakan terobosan inovatif yang digagas oleh Gubernur Kalimantan Tengah  H.Sugianto Sabran dengan membangun klaster-klaster tambak udang modern konsep zero waste dan berkelanjuan sehingga memberikan dampak sosial ekonomi masyarakat bagi peningkatan pendapatan daerah dan menjadi trigger bagi daerah di kabupaten pesisir lainnya.

Gubernur Sugianto Sabran meyakini bahwa program Shrimp estate dapat memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD), menyerap tenaga kerja lokal, menjadi model budidaya udang vaname berkelanjutan baik di Kalimantan Tengah maupun nasional, dan menjadi komoditi ekspor andalan. 

“Saya optimis shrimp estate dapat menjadi jembatan sinergitas lintas sektor dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan di Kalteng sehingga dapat berkontribusi dalam mewujudkan target nasional 2 juta ton udang pada tahun 2024,” ungkap Gubernur Sugianto Sabran di Palangka Raya,Minggu (27/11/2023).

Menurutnya potensi  kekayaan sumber daya alam Kalimantan Tengah cukup berlimpah, namun masih belum  berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu perlu inovasi dan terobosan yang menyentuh langsung kepada masyarakat. Pembangunan Tambak udang vaname / shrimp estate menurutnya sangatlah tepat untuk menjadi daya ungkit perekonomian di daerah pesisir.

“ Total luas area yang dibangun 40,17 hektar, dan pembangunan infrastrukturnya sudah mencapai 94 persen terdiri dari  4 klaster tambak udang yang memiliki jumlah kolam sebanyak 72 buah , sehingga pada bulan Desember tahun ini kita sudah bisa melakukan penebaran benur”imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *