
Puruk Cahu, http://inovasiborneo.co.id – Pemerintahan Kabupaten Murung Raya melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Murung Raya gagas pelatihan pengelolaan sampah dalam rangka pengelolaan sampah berbasis masyarakat menuju Mura Emas 2030, pada Rabu pagi 13 September 2023.
Kegiatan yang digelar pada pagi hari dengan agenda kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Murung Raya Hermon dan pegiat sampah dari Jogja, serta diikuti oleh 30 peserta pelatihan dari 10 Kecamatan di Murung Raya. Pelatihan yang digelar di aula Gedung B Setda Mura tersebut berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 13 dan berakhir pada tanggal 14 September 2023. Mewakili Bupati Murung Raya pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Hermon.
Dalam sambutannya Hermon mengatakan bahwa mengelola sampah merupakan pekerjaan yang terpuji karena salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam kegiatan pengurangan dan penanganan sampah mulai dari sumber sampah yang dapat dikelola dari barang bekas dimanfaatkan menjadi barang yang berkualitas dan bernilai bagi masyarakat.
“Mengelola sampah merupakan kegiatan yang sangat mulia, karena salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi penanganan sampah yang berasal dari sumbernya. Sampah barang bekas dapat dikelola menjadi barang yang berkualitas serta bermanfaat bagi orang banyak” ucap Hermon. Pada Rabu pagi, (13/09/2023)
Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat diperlukan dan tidak hanya sebatas membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga diharapkan dapat mengolah sampah sehingga dapat kembali memberikan manfaat yang bernilai ekonomi bagi masyarakat itu sendiri.
Peserta pelatihan tampak sangat antusias dan aktif mencatat serta memperhatikan pemaparan dari narasumber. Interaktifitas dalam pemaparan ini memungkinkan peserta untuk langsung bertanya pada saat pemaparan, sehingga mereka dapat memahami dengan lebih baik tentang pengelolaan sampah.
Dengan adanya Seminar dan Pelatihan Pengelolaan Sampah ini, diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam aksi pengelolaan sampah dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang alternatif pengolahan sampah menjadi bahan produktif yang memiliki nilai ekonomi.

