BPKP Dampingi Pemprov Kalteng Kendalikan Inflasi melalui Stabilisasi Harga Pangan

PALANGKA RAYA http://inovasiborneo.co.id(14/11/2022) – Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Tengah menggelar rapat dalam rangka reviu perjanjian kerja sama antara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi beserta Perum BULOG Kanwil Kalteng terkait penyediaan beras untuk stabilisasi harga dan kegiatan pasar murah guna mengendalikan inflasi di wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam rapat tersebut, Kepala Perwakilan BPKP Kalteng Bambang Ari Setiono beserta jajaran mengusulkan alternatif subsidi terhadap beras komersil yang dijual oleh Perum BULOG Kanwil Kalteng sehingga tonase beras yang disubsidi menjadi lebih besar dan diharapkan dapat menurunkan inflasi harga beras. Hal ini karena beras menjadi komoditas pangan penyumbang inflansi di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Riza Rahmadi mengungkapkan bahwa pada September 2022 angka inflasi Kalimantan Tengah sebesar 8,12%. Sesuai arahan Gubernur, pihaknya akan mengamankan 1.000 ton stok beras dalam menghadapi potensi resesi tahun 2023.

Menurut Kepala Perum Bulog Kanwil Kalteng Amrullah, jenis beras yang memengaruhi angka inflansi adalah beras karau/siam dan beras pulen karena kurang stok yang disebabkan oleh gagal panen. Meski begitu, beras karau/siam dapat disubstitusi dengan beras IR42. Ketersediaan alternatif jenis beras dapat memengaruhi harga pasar.

Adapun Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng Magfur menyampaikan bahwa kenaikan harga beras terjadi pada bulan Juli hingga Oktober 2022. Untuk itu, perlu mencari substitusi beras dengan karakter yang mirip dan mencari  supply beras dari daerah lain. Agar dapat memengaruhi harga beras di pasar, perlu dilakukan subsidi atas komoditi beras sebesar 20% dari kebutuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *