KALTENG -IB Kunjugan Kerja Wakil Gubernur Edy Pratowo Bersama Forkamida Ke Kabupaten Kapuas Guna memastikan Pembanguna Infrastruktur Penunjang Food Estate Saptu,25-9-2021.

Wakil Gubernur Edy Pratowo mengatakan Kementerian Pertanian Ali Jamil mengatakan sejak tahun 2020, progres kegiatan pengembangan Food Estate Kalteng dari aspek infrastruktur irigasi, Kementerian PUPR sudah mulai melakukan rehabilitasi infrastruktur irigasi pada luasan 2.000 hektar di wilayah Kecamatan Dadahup.
Tahun 2021 ini, Kementerian PUPR fokus pada kegiatan rehabilitasi infrastruktur irigasi di wilayah Blok A seluas 43.503 hektar, dimana saat ini sedang berjalan kegiatan konstruksi perbaikan jaringan irigasi.
H. Edy Pratowo berharap pembangunan infrastruktur baik irigasi maupun jaringan di kawasan pengembangan food estate yang berada di Desa Bentuk Jaya A5 dapat segera difungsikan.
“Kita terus mendorong agar pembangunan infrastruktur terkait dengan irigasi dan jaringan dapat dibangun dengan baik sehingga proses penanaman padi di kawasan food estate dapat segera tercapai”, pungkas Edy.
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo melalui Kementerian terkait telah mempercayakan Prov. Kalteng melaksanakan program pengembangan food estate sebagai daerah yang diharapkan menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa. Kawasan lokasi lumbung pangan tersebut berada di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas.
Food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan. Food Estate ini menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024.
Wakil Gubernur Edy mengatakan bahwa Kami bersama Gubernur Kalteng Sugianto Sabran selaku wakil pemerintah pusat didaerah sudah melakukan terobosan -terobasan dalam Pembangunan dan membangkitkan Perekonomian dan PAD daerah, Selain memaksimalkan paket kebijakan PEN, Gubernur Sugianto juga melakukan terobosan-terobosan untuk menutup tahun 2021 dengan kondisi yang lebih baik.
Beberapa target strategis untuk pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan di Kalimantan Tengah terus di kejar.
Terlihat dari padatnya jadwal audiensi dengan pakar, dan para praktisi maupun akademisi yang di lakukan belakangan ini, untuk menyerap informasi yang tepat agar mematangkan terobosan-terobosan yang akan di lakukan.

