https://www.inovasiborneo.com -Pulang Pisau- Program percepatan musim tanam tanaman Padi 1000 hektare di desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, sudah memasuki musim panen.

Sumardi, salah satu operator combain (alat panen) yang bekerja di desa setempat menyampaikan kepada awak media, Jum’at (12/02/2020), Sekitar 70 hektare lahan yang sudah dia panen. Untuk penghasilannya dia sampaikan bervariasi hasilnya dalam per hektar, ada yang satu ton ada yang dua ton dan ada juga yang lima ton.
“ Jadi kalau di bikin rata – rata hasil petani yang mengikuti program ini (food estate) menurun dari musim panen sebelumnya”, ujarnya.
Dikatakannya pula, dari 70 hektare itu termasuk masuk program percepatan musim tanam dan yang hasilnya lumayan itu jenis padi hibrida supadi 89, Sedangkan bantuan bibit dari pemerintah lain hibrida.
Pada tempat yang sama, Tri saputro, salah satu petani desa Belanti Siam menambahkan, bibit padi jenis hipa, yang dibantu pemerintah, malah hasilnya rata- rata jeblok, karena terkena penyakit potong leher.
Penurunan hasil musim ini kata Tri saputro, karena maju musim tanam mengikuti program percepatan itu tadi. Biasanya pihaknya menanam di bulan Desember dan panen di Bulan maret. sekarang tanam di bulan Oktober dan panen di bulan Januari.
“Nah pas panen itu cuaca sering hujan dan angin sangat deras, ahirnya padi banyak yang roboh, dan ahirnya hasil kurang baik”, Pungkasnya. (Penulis Drt)

