1620 Relawan Melakukan Uji Klinik Vaksin Covid-19 fase III

PalangkaRaya IB-Dari kacamata ekonomi, pandemi Covid-19 harus dikendalikan, karena sumber daya di bidang kesehatan maupun anggaran pemerintah juga terbatas.

Oleh karena itu upaya menyehatkan masyarakat pun harus diprioritaskan. 

Tim Gugus TugasCOVID-19 Pemprov Kalteng menyampaikan,Perawatan pasien COVID-19 diketahui menelan biaya yang besar, rata-rata Rp184 juta per orang. Perawatan yang mahal ini karena memerlukan perawatan secara khusus.

Pada ilmu ekonomi kesehatan, dikenal istilah externality, dan vaksin termasuk dalam externality positif. Nilai externality pada vaksin ini sangat besar sekali, karena saat kita menerima vaksin, tidak hanya melindungi diri sendiri tapi juga orang lain.

Analoginya seperti faktor externality yang ada pada lampu jalan, ketika terpasang pencahayaan di jalan, kejahatan menurun dan kecelakaan jadi terhindarkan, itu contoh externality di luar bidang kesehatan.

Dalam bidang Kesehatan faktor externality positif adalah upaya-upaya pencegahan yang kita lakukan dan yang salah satunya dalam bidang kesehatan disebut perlindungan spesifik adalah imunisasi.Individu perlu menyadari bahwa kesehatan mereka adalah aset terpenting, dan juga menyadari kesehatan adalah investasi jangka panjang.

Dalam Rilisnya Tim Gugus TugasCOVID-19 menyampaikan bahwa Selama ini 1620 relawan yang melakukan uji klinik vaksin Covid-19 fase III di Bandung tidak menemui kendala yang berarti, artinya baik-baik saja. Kemudian pemerintah juga akan mendatangkan vaksin dari luar negeri yang sudah selesai melakukan uji klinik fase III.

Yang juga lebih penting adalah pemerintah sudah melakukan simulasi, sebagai bentuk uji coba untuk menimbulkan kepercayaan. 

Meski nantinya vaksin dari luar negeri akan tiba, program vaksinasi ini perlu proses terlebih dahulu, terutama mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Negara memiliki kewenang tersendiri dan otorisasi mandiri untuk memberikan izin peredaran suatu obat, tapi tentu mengedepankan azas kehati-hatian mempertimbangkan keamanan, efektivitas, dan kehalalannya.

Pada saat ini, pemulihan kesehatan dan ekonomi bisa dilakukan dengan menjaga budaya 4M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan), karena tanpa upaya seperti ini maka pemulihan ekonomi sangat sulit. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *