Pulang Pisau -IB- Festival Budaya Handep Hapakat Kabupaten Pulang Pisau secara virtual tahun 2020 yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pulang Pisau resmi ditunda.

Penundaan tersebut setelah dilakukan klarifikasi oleh jajaran DPRD Kabupaten Pulang Pisau mengingat begitu viralnya segi kritikan dari lapisan masyarakat khususnya dari sejumlah tokoh adat.
Diruang Rapat DPRD Pulang Pisau, Jum’at (17/07/2020), Wakil Ketua II DPRD Pulpis, Nova Selvia Baboe didampingi Ketua Komisi I DPRD Pulpis, Tandean Indra Bela dan Anggota Komisi II, Satria Wandi mengatakan, kegiatan itu ditunda.
Seperti halnya Tandean Indra Bela menyampaikan, penundaan festival itu untuk meredam suasana yang berkembang diluar, opini – opini yang terlanjur liar hingga membuat pihaknya juga merasa terbeban secara moral karena kebanjiran pertanyaan, maka dari itu, bersama Disbudpar sama – sama memperbaiki.
“Kami sebelumnya sudah berdiskysi dengan Disbudpar, kronologisnya seperti apa dan akhirnya pihaknya mengambil kesimpulan” ucap Tandean.
Kesimpulan Itu lanjut Tandean menjelaskan, yang pertama Disbudpar menginisiasi adanya event festival itu, niatnya dengan monivasi seperti itu sebenarnya baik. meski pandemi covid-19 ini janganlah seni budaya hilang dan tenggelam.
Dalam diskusi kami tadi juga kata Tandean, Disbudpar mengakui dan meminta maaf memang ada kelalaian ketika membuat media promosi, ada celah kesalahpahaman yang mereka tampilkan itu. sehingga munculah reaksi, opini dan sebagainya karena memang ada sedikit yang kita kurang sensitif dengan hal – hal yang sifatnya budaya yang barangkali kita tidak teliti.
Kami juga dari DPRD sudah mengingatkan dari teman – teman Disbudpar tadi, hal seperti ini menjadi pelajaran yang berharga. apabila kemudian hari lagi mau mengadakan event yang sifatnya seperti ini, sebaiknya juga berkoordinasi dengan pihak – pihak terkait.
Sementara itu Plt. Kepala Disbudpar Pulang Pisau, Osa Maliki mengatakan, sebenarnya kegiatan ini tidak ada niat untuk meninggalkan maupun mengesampingkan kebudayaan lokal. malah pihaknya memperioritaskan kebudayaan lokal dan ingin menghidupkan seluruh budaya lokal.
“Tidak ada niat kami untuk mendiskriminasi budaya lokal, justru keinginan kami untuk mengharumkan seni budaya yang kita miliki di kabupaten pulang pisau ” paparnya.
Alasan Osa demikian karena hingga sekarang, Pulang Pisau belum mempunyai ciri khas seperti contohnya tari – tarian. namun setelah kami diskusi dengan teman – teman DPRD maka dengan kesepakatan Festival ini kami tunda, tutupnya. (Drt)

