PALANGKARAYA, IB – Pentingnya upaya pencegahan dalam penanganan karhutla ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri saat membuka secara resmi Rapat Kerja (Raker) Pemantapan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Kalimantan Tahun 2020 di Ruang Seruyan 3 Ballroom Hotel M. Bahalap, Palangka Raya, Rabu (04/03/2020).

Dalam sambutannya, Sekda Kalteng Fahrizal Fitri menegaskan, ” Faktor utama terjadinya karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah adalah Ulah Manusia. Fenomena Elnino dan Dominasi Lahan Gambut adalah faktor pendukung. Kita (perlu) ketahui bersama, pencegahan karhutla adalah jauh lebih prioritas daripada pemadaman karhutla.”
Sekda Fahrizal Fitri kemudian menjelaskan bahwa bencana karhutla yang berpotensi terjadi setiap tahun di Provinsi Kalimantan Tengah dapat memberikan dampak negatif kepada sosial ekonomi masyarakat, ekologi, bahkan hubungan regional/internasional. Untuk mencegah dan menanggulangi karhutla, khususnya yang bermotif ekonomi, diperlukan solusi permanen yang direncanakan dan disiapkan secara matang.
” Perlu solusi permanen dalam pencegahan terhadap kebakaran lahan yang disengaja karena motif ekonomi, dengan memperhatikan kearifan lokal dan berbasis peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” terang Fahrizal Fitri.
Raker Karhutla PPIKHL ini akan berlangsung selama 3 (tiga) hari, mulai dari tanggal 4 sampai 6 Maret 2020, dan diikuti lebih dari 150 (seratus lima puluh) orang peserta, terdiri dari Perangkat Daerah, UPT Kementerian LHK, Akademisi, LSM, dan Balai PPIKHL Wilayah Kalimantan, termasuk perwakilan Manggala Agni.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat menyampaikan arahannya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas khususnya secara langsung kepada peserta apel untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan keindahan kota Kapuas serta peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
“Mari kita bersama-sama menjaga kota Kuala Kapuas menjadi kota yang bersih, sehat, indah, nyaman dan kota yang kita harapkan,” ungkap Bupati Kapuas.
Bupati Kapuas juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan peserta apel yang telah mendukung kegiatan dalam rangka HPSN Tahun 2020 Kabupaten Kapuas.
Setelah melaksanakan apel bersama di stadion Panajung Tarung, Bupati Kapuas bersama Wakil Bupati Kapuas HM. Nafiah Ibnor, unsur Forkompimda, Kepala OPD dan Pimpinan BUMN/BUMD/Pelaku usaha di Wilayah Kabupaten Kapuas serta Camat/Lurah/RT/Pelajar di wilayah Kota Kuala Kapuas, melanjutkan kegiatan bersih-bersih sampah non organik di sungai (susur Sungai Kapuas) dan darat di wilayah Pelabuhan Danau Mare Kuala Kapuas dan sekitarnya.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas, Kusmiatie mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Kapuas agar bersama-sama menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan dengan cara melakukan pengelolaan sampah, dalam hal ini pengurangan dan penanganan sampah mulai dari sumbernya yaitu lingkup rumah tangga, pemukiman/perumahan/perkantoran/sekolah/pasar/tempat olahraga/sarana umum.
“Buanglah sampah pada tempatnya secara terpilah, jangan membuang sampah secara sembarangan apalagi ke sungai/irigasi/selokan, pengantaran sampah ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara) yang sudah disediakan oleh Pemerintah Daerah pada pukul 17.00 WIB – 05.00 WIB serta pengurangan sampah non organik dengan menggunakan barang yang ramah lingkungan dan dapat digunakan berkali-kali/berulang-ulang seperti botol minuman (tumbler), kotak makanan, tas/kantong belanja alternatif (totebag) pungkas Kusmiatie.(Su)

