Gubernur Sugianto Sabran Berharap Masyarakat Kalteng Mendapatkan Kesehatan dan Pendidikan Hingga Perguruan Tinggi

PALANGKA RAYA IB – Dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melalui Dinas Kesehatan adakan Kerjasama dengan BPJS Dalam Pembayaran Premi Kesehatan Masyarakat Kalteng Sebanyak 2 Miliar.

Gubernur Sugianto berharap agar masyarakat yang tidak mampu mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik.

Saat Konferensi pers Dinas Kesehatan  dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng menyampaikan berapa hal yang telah dilaksanakan dan tercapai selama Tiga Tahun ini.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran memberikan Program Beasiswa yang Murni dari PAD dan mengatakan program bidik misi Kalteng Berkah ini bertujuan agar masyarakat kalteng bisa mengecap pendidikan lebih tinggi.
Gubernur Sugianto juga akan  meningkatkan Program Beasiswa untuk membantu pendidikan warga kurang mampu di Bumi Tambun Bungai.
Sebanyak 5000 orang sudah mendapatkan beasiswa dari bidik Misik kalteng berkah dan tentunya akan berlanjut untuk ditingkatkan,Kehadiran bidik misi Kalteng berkah,bertujuan tidak hanya menyukseskan 12 tahun wajib belajar, melainkan membantu para pelajar tidak mampu yang berkeinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Wajib belajarkan cuma 12 tahun,jadi saya berharap agar masyarakat Kalteng bisa Kuliah,Saya Sebagai Gubernur Kalteng berusaha agar Beasiswa ini terus berjalan dan kita berkomitmen jangan sampai ada anak yang kurang mampu putus sekolah, bahkan sampai kuliah.
Dan jangan sampai ada mahasiswa dari daerah dan tidak mampu tidak diperhatikan ” katanya.
Menurut Gubernur Kalteng Sugianto, melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng menyampaikan bahwa Pelajar atau generasi penerus Kalteng harus terus bersekolah ke jenjang pendidikan lebih tinggi,tidak hanya sampai SMA atau SMP.
Kita sebagai Pemerintah atau Pemimpin harus Memperhatikan, jangan tidak diperhatikan dapat menjerumuskan generasi penerus kepada hal yang negatif, sehingga kehadiran pemerintah dinilai sepatutnya menjadi tameng agar hal tersebut dihindari.
“Karena itu wajib pemerintah menjadi tameng agar tidak membahayakan diri para mahasiswa lantaran kemiskinan. Dalam hal ini pun kepala daerah harus berempati kepada masyarakatnya selain memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan serta penggunaan anggaran,” tukasnya.(red*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *