Oknum Pimpinan PT BGA Membuka Kebun Sawit Diduga Tanpa Izin


Lamandau -IB- Salah seorang petinggi PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group yang duduk di jajaran managemen di Jakarta, Maman Aliman, diduga memiliki perkebunan sawit pribadi tanpa dokumen lengkap. Bahkan, disebu-sebut belum lama ini sejumlah karyawannya diamankan aparat Polres Lamandau saat melakukan land clearing.


“Lokasinya di Desa Mentawa. Semuanya ada sekitar 240 hektare. Sebagian sudah ditanam, bahkan sudah ada panen. Sebagian lain baru tanam dan ada yang masih land clearing,” ungkap seorang warga Kabupaten Lamandau yang namanya tidak ingin disebutkan.


Menurutnya, lahan tersebut sudah dibuka sejak tahun 2017 lalu. Dan ironisnya tidak berstatus korporasi. Padahal, lanjut dia, semestinya berstatus perusahaan, apalagi luas lahannya lebih dari 200 hektare.
“Ini dokumennya tidak jelas, makanya sekitar minggu (pekan) ke dua bulan Juli kemarin karyawannya ada lima orang ditangkap polisi (Polres Lamandau),” beber warga tadi.

Mereka terdiri dari penebang kayu sejumlah operator alat berat, hingga pengawasnya di lapangan.
“Mereka ditangkap (diamankan) waktu sedang bekerja membuka lahan. Langsung dibawa ke Polres (Lamandau) dengan alat beratnya, excavator.

Tapi informasinya sekarang sudah dilepaskan. Entah ‘dinego’ atau bagaimana, sekarang karyawannya sudah pada bebas.”


Terpisah, salah seorang karyawan yang bekerja di perkebunan Maman Aliman, berinisial J, saat dimintai konfirmasi tidak membantah bahwa dirinya dan sejumlah reknanya sempat diamankan oleh aparat Polres Lamandau saat melakukan land clearing di lahan yang diklaim milik Maman.


“Saya hanya pekerja tidak tahu apa-apa. Waktu itu yang ngurus si Aziz, kepercayaannya bos (Maman),” ucapnya singkat. Ia enggan memberikan keterangan lebih jauh dan terkesan khawatir atau takut.
Belakangan diketahui, Azis adalah seorang sopir di PT BGA wilayah Kotawaringin Lama. Dia dipercaya oleh Maman untuk mengelola kebunnya tersebut.


Sementara itu, baik Maman Aliman maupun tangankanannya, Azis, saat dimintai konfirmasi terus menghindar. Telepon dan whatsapp awak media ini tidak ditanggapi bahkan justru memblokirnya. (gza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *