Pulang Pisau, IB -Bupati Pulang Pisau melalui,Direktur RSUD kab. Pulang Pisau mengintruksikan kepada seluruh puskesmas agar menyiapkan satu ruangan khusus sebagai rumah oksigen dalam mengantisipasi bahaya karhutla.
Menurutnya dengan menurunnya kualitas udara akibat karhutla hingga berdampak kasus ispa. Oleh sebap itu pelayanannya harus diasiapkan terlebih dulu agar bisa mengantisipasikannya.
” Saya telah intruksikan kepada seluruh puskesmas agar menyiapkan satu ruangan untuk rumah oksigen. Menurut saya sekarang kualitas udara di Kab. Pulpis ini sudah mulai menurun akibat dari karhutla. Oleh sebap itu, kasus ispa ini harus diantisipasi terlebih dulu.
Saya juga intruksikan agar mengecek kesiapan logistik termasuk oksigen sehingga pelayanannya dapat dilakukan dengan berkesinambungan. Kemudian membuka layanan rumah oksigen itu untuk masyarakat. Bila ditemukan kasus ispa berat yang memerlukan rujukan, maka dapat dirujuk ke RSUD Pulpis,” Tutupnya.
Ditempat terpisah, Bupati Pulang Pisau H. Edy Pratowo S.,Sos.,Mm ketika dikonfirmasikan terkait Intruksi Gubernur Kalteng dengan nomor : 188/741/BU tanggal 13 September 2019, tentang pelaksanaan proses pembelajaran satuan pembelajaran jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK/SLB…. dijelaskan ” memperhatikan kabut asap untuk wilayah Kab. Pulpis, yang menyebapkan udara tidak sehat bagi peserta didik maka disampaikan hal-hal sebagai berikut :
1. Bagi sekolah yang berdampak kabut asap, proses kegiatan belajar mengajar diliburkan selama 3 (tiga) hari, terhitung mulai tanggal 16 sampai dengan 18 september 2019;
2. Selama sekolah diliburkan, diminta guru agar memberikan tugas pekerjaan rumah bagi peserta didik, dan bagi peserta didik agar mengurangi aktivitas diluar rumah dan menggunakan masker;
3. Bagi sekolah yang tidak berdampak kabut asap kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan seperti biasa;
4. Apabila kondisi kabut asap/kualitas udara kemvali dalam keadaan normal, maka proses kegiatan belajar mengajar kembali seperti biasa,” Imbuhnya.

