PALANGKA RAYA IB– Untuk mencegah terjadinya radikalisme kepada masyarakat Kalteng khususnya generasi muda. Pemerintah Provinsi bekerjasama dengan BNPT RI terus melakukan pehaman-pemahaman yang bersifat positif.
“Kita terus melakukan pemahaman kepada generasi muda betapa bahayanya radikalisme tersebut,” Kata Staff Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Endang Kusriatun, Kamis ( 27/06/2019)
Endang juga menjelaskan ada beberapa faktor kondisional yang berpotensi menimbulkan ekstremis, kekerasan dan radikal. Yakni kenakalan remaja yang masih pada usia pancaroba atau usia perkembangan untuk mencari jati diri dalam kehidupannya.
“Keragaman etnis, agama dan komunitas lokal dapat menimbukan intoleransi dalam interaksi antar masyarakat dan berpotensi menimbukan tindakan ekstrem, kekerasan dan radikal,” Ujarnya.
Tidak hanya itu saja, meningkatnya Konflik antara masyarakat dengan pihak perusahaan dengan menggunakan atribut-atribut budaya. Sebagai tindakan perlawanan terhadap perusahaan
Mobilitas penduduk pendatang yang besar khususnya ke Kalimantan Tengah.
“Itu dapat menjadi ancaman terhadap penduduk lokal dan berpotensi menimbulkan konflik dan kekerasan, karena perlakuan yang tidak adil, kemiskinan dan diskriminasi,” lanjut Endang.
Penanganan konflik yang belum efektif dan terkesan membiarkan dapat memperluas konflik menjadi tindakan kekerasan. Maka dari itu salah satu upaya pencegahan teroris yang perlu dilakukan adalah dengan penyebarluasan informasi.
“Penyebarluasan informasi terus kami lakukan agar radikalisme dan terorisme dapat dicegah kemudian hari,” pungkasnya.( AL/RED)

