Kalteng Berkah -Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) H. Sugianto Sabran menyampaikan dalam Tiga Tahun kepemimpinan pasangan Sohib sesuai RPJMD Prov. Indikator keberhasilan makro ekonomi.
“Pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi sebesar 5,64%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17%”, ucap Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya saat membacakan perjanjian tertulis dengan Gubernur Kalteng.
Lebih lanjut, angka kemiskinan sebesar 5,10% lebih rendah (lebih baik) dari capaian Nasional yaitu 9,66%. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2017 sebesar 69,79 dan IPM tahun 2018 sebesar 70,81.
“Rasio Gini 0,342 lebih rendah (lebih baik) dibandingkan dengan capaian Nasional sebesar 0,384. Pada tahun 2019, Pemprov kembali mendapat penilaian dari BPK-RI. Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2018 ”, tuturnya saat Apel Besar“ Halal Bi Halal ”di halaman Kantor Gubernur Kalteng.
Gubernur menyampaikan APBD Kalteng saat ini sebesar 5,45 Triliun, dengan Belanja Langsung (BL) sebesar 2,79 Triliun Rupiah dan Belanja Tidak Langsung (BTL) sebesar 2,66 Triliun Rupiah.
“Dengan APBD yang terbatas, Pemprov. Kalteng tentu tidak maksimal membangun sarana dan prasana untuk mensejahterakan rakyat. Perlu saya sampaikan itu, berdasarkan perhitungan Pemprov. Kalteng, butuh dana ideal setiap tahun untuk membangun infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat berjumlah 4 Triliun Rupiah lebih ”, katanya, Senin (10/6/2019).
Dari Kondisi di atas, saat ini Pemprov. Kalteng berusaha mencari dana untuk meningkatkan pendapatan daerah yang diperlukan untuk meningkatkan anggaran APBD Provinsi, untuk mengakomodir keperluan dana pembangunan.
“Salah satu terobosan Pemprov. Kalteng untuk meningkatkan pendapatan daerah adalah melalui pihak ketiga, melalui peraturan Gubernur nomor 16 Tahun 2018 tentang permintaan persetujuan dan pengelolaan hibah atau kontribusi dari pihak ketiga untuk Pemprov. Kalteng ”, pungkasnya.(red)

