Ribuan Umat Islam Puruk Cahu padati Masjid Al Jihad Rayakan Isra Mi’raj.

http://Inovasiborneo.co.id, Puruk Cahu – Panitia Masjid Al Jihad Kota Puruk Cahu dibantu beberapa donatur dan warga sekitarnya menyelenggarakan perayaan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Haul Guru Sekumpul Ke 18. Acara tersebut diselenggarakan pada Rabu malam 14 Februari 2023. Perayaan tersebut mengambil tema, “Meneladani Akhlak dan Cinta Rasulullah SAW Dengan Menjadikannya Suri Tauladan Dalam Kehidupan”.

Perayaan Isra Mi’raj Nabi Muhammad setiap tahun rutin diselenggarakan sebagai wujud kecintaan Umat Islam terhadap Rasulullah SAW. Acara tersebut dipadati oleh ribuan jemaah dari mulai dalam Masjid hingga memenuhi halaman dan bahkan sampai ada yang berada diluar pagar Masjid. Acara tersebut diisi oleh penceramah kondang yaitu, Habib Mustofa Bin Sholeh Al Haddar dari Kota Serambi Mekkah Martapura, Provinsi Kalimantan Selatan.

Perayaan Isra Mi’raj dan Haul Ke 18 Guru Sekumpul tersebut dihadiri oleh Ketua MUI Kabupaten Murung Raya, Kakemenag Murung Raya, Camat Murung dan sekretaris camat serta beberapa kelompok majelis pengajian Kota Puruk Cahu, Tokoh Agama, anak pesantren tokoh masyarakat dan jemaah Umat Islam dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua panitia penyelenggara, Indah Parianoor dalam sambutannya menyampaikan, “syukur dan terima kasih kepada semua tamu undangan dan terutama atas kesediaan Habib Mustofa Bin Sholeh Al Haddar untuk mengisi acara dalam perayaan ini, dan acara ini dapat terlaksana berkat sumbangsih dan partisipasi Umat Islam disekitar”. Rabu malam, ( 14/2/2023 ).

Ceramah siraman rohani yang disampaikan oleh Habib Mustofa Bin Sholeh Al Haddar sangat memberikan pencerahan dan penuh makna sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat sehari hari sebagaimana yang telah diajarkan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW terhadap orang orang tedahulu. Agar tidak membuat jemaah undangan, dalam menyampaikan tausiahnya Habib Musrofa Bin Sholeh Al Haddar sesekali diselingi hal lucu yang membuat jemaah undangan tertawa, sehingga jemaah undangan terus mendengarkan hingga acara berakhir.

“Sebagai Umat Islam kita patut bersyukur karena ditengah tengah kesibukan kita bekerja di siang hari walaupun dalam keadaan lelah dan cape masih bisa menyisihkan waktu turut serta merayakan dan hadir dalam kegiatan kegiatan keagamaan dan itu menandakan bahwa kesadaran kita sebagai umat beragama masih tinggi. Menempatkan begitu pentingnya perayaan peryaan hari hari besar dalam Agama Islam”, komentar Rahmanto Muhidin yang belum sempat hadir pada malam itu karena masih berada di luar daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *