KALTENG –http://Inovasiborneo.co.id-Pengembangan hortikultura di kawasan Food Estate sejak tahun 2020 hingga 2022 untuk jenis tanaman sayur sayuran mencapai 233 hektar dengan total produksi 1.546 ton senilai Rp24,92 milyar,

Sementara untuk tanaman buah buahan yang dialokasikan pada tahun 2020 hingga 2021 sebanyak 590 hektar, potensi capaian produksi mencapai 12.626 ton senilai Rp79,55 milyar yang diprediksi menghasilkan panen pada tahun ketiga dan keempat untuk buah jeruk, durian dan kelengkeng, sementara untuk buah pisang sudah panen pada tahun pertama.
Pengembangan Food Estate Kalteng yang diimplementasikan oleh Kementerian Pertanian melalui program dan kegiatan yakni penataan kawasan dan pengembangan sarana dan prasarana, pengembangan SDM dan korporasi petani peningkatan kapasitas dan diversifikasi usaha merupakan wujud upaya keberlanjutan usaha pertanian hulu-hilir berbasis kawasan dan klaster menurut kesesuaian agro-ekosistem.
Progres peningkatan infrastruktur (irigasi, jalan produksi, alsintan & pendukung lainnya), rehabilitasi dan pengembangan prasarana transportasi selama tiga tahun terakhir berdampak bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di kawasan Food Estate.
Saat kunjungan ke Desa Gadabung beberapa waktu lalu Selain meninjau lokasi kawasan Food Estate, Gubernur beserta rombongan juga meninjau lokasi penanganan pascapanen padi berupa sarana Vertical Dryer (pengering padi) di Desa Gadabung, Kec. Pandih Batu, Kab. Pulang Pisau.
Tidak hanya dukungan prasarana dan sarana saja yang menentukan target keberhasilan peningkatan ketahanan pangan dan penyediaan cadangan pangan nasional, namun ketersediaan sarana pengolahan dan pascapanen yang memadai dan memenuhi standar kualitas mutu produk turut berpengaruh terhadap meningkatnya perekonomian petani dan masyarakat di sekitar kawasan Food Estate.
“Pemprov Kalteng akan mendukung Program Penyediaan Sarana Rice Milling Plant di beberapa lokasi sentra padi tahun 2023, supaya hasil panen padi tidak keluar ke daerah lain,” ungkap Gubernur.

