Dwi Erlina : Pencurian Terjadi Bukan Hanya Terjadi Akibat Adanya Kesempatan

https://www.inovasiborneo.com -Pulang Pisau – Pencurian dengan tindakan kekerasan bukan hanya terjadi akibat adanya kesempatan untuk melakukan perbuatan yang tidak terpuji itu, namun memang adanya suatu kelainan mental yang diakibatkan korban ketidakadilan, korban kekerasan dalam rumah tangga, orientasi kepribadian menyimpang yang dialami semenjak anak-anak.

Anggota DPRD Pulang Pisau, Dwi Erlina membenarkan hal tersebut, karena menurutnya perbuatan kriminal bukan hanya terjadi oleh satu faktor, namun banyak penyebab lainnya, serta didasari oleh berbagai macam alasan.

“Memang, faktor ekonomi menjadi suatu alasan utama dari 5 indikator penyebab kriminalitas di indonesia terjadi, namun kelainan mental, contohnya seperti para pengidap Kleptomania juga tak dapat kita lupakan,” ujarnya menjelaskan.

Kleptomania, lanjut Legislator NasDem Pulang Pisau ini, tidak memandang dia berasal dari kalangan atas maupun kalangan bawah, karena sindrom tersebut merupakan bawaan kejiwaan, sehingga sekalipun tidak ada kesempatan jika memang orang yang mengidap sindrom itu ingin melakukan suatu perbuatan menyimpang seperti pencurian maka dia tidak perlu pikir panjang untuk melakukannya.

“Bisa kita lihat secara seksama, rata-rata para pelaku pencurian dengan tindakan kekerasan merupakan orang yang dengan latar belakang bermacam-macam, namun bukan berarti mereka tidak waras, hanya saja mereka memiliki ciri-ciri psikopat yang tingkatan nya dinamik, sehingga orang-orang seperti itu wajib kita waspadai dan jika bisa mesti kita hindari,” terangnya.

Selaku Wakil Rakyat, Dwi juga mengingatkan dalam menjaga diri dari tindak tanduk kriminalitas, untuk tidak mudah mempercayai orang-orang yang dianggap mencurigakan dan menimbulkan kesan yang tak nyaman baik itu dengan iming-iming dan dan bujuk rayu orang yang baru saja kita temui, tidak kita kenal, dan tidak diketahui latar belakangnya secara jelas.

“Orang-orang pelaku pencurian dengan tindakan kekerasan, biasanya bermulut manis dan bersikap sopan yang begitu luar biasa, jauh dari penampilan orang-orang biasa pada umumnya. Mereka pun jika sudah beraksi, tak alang tanggung untuk melukai korbannya dan bahkan tega sampai menghilangkan nyawa korbannya jika dianggapnya perlu atau demi kepuasan hasrat psikopat nya, atau kejiwaan yang menyimpan,” ucapnya.

Maka oleh sebab itulah, sikap kehati-hatian dan tidak mudah tertarik serta penuh pertimbangan dalam pergaulan maupun pertemanan merupakan sikap bijaksana yang sudah seharusnya kita miliki sebagai sikap dan upaya mengurangi serta mencegah kriminalitas terjadi di sekitaran kita.

“Tetap yang utama, dengan Keyakinan dan Kepercayaan serta berserah kepada Yang Maha Kuasa menjadi Iman dan Pengharapan setiap Insan dalam menjalani hidup yang serba dinamis serta hal-hal dan peristiwa yang sewaktu-waktu bisa terjadi kapan saja tanpa kita tahu dimana, bagaimana, seperti apa selama perjalanan hidup kita,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *