Kunker Rombongan Menteri Dan Gubernur Kalteng Ke Pulpis Disambut Bupati Edy

Pulang Pisau -IB- Bupati Pulang Pisau H. Edy Pratowo, S.,Sos.Mm didampingi Wakil Bupati Pulang Pisau, Ketua DPRD Pulang Pisau, Kapolres Pulang Pisau, Dandim yang diwakili Perwira Penghubung (Pabung) dan Kajari Pulang Pisau menyambut rombongan kedatangan Menteri yakni Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI), Dr. H. C. Dr. H. C. Ir. Airlangga Hartarto, M. B. A., MMT, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Dr. Sofyan A. Djalil, SH., MA., MALD serta Wakil Menteri Perdagangan RI, Dr. Jerry Sambuaga, dalam rangka kunjungan kerja (Kunker) peninjauan lahan pengembangan Food Estate, Sabtu (27/06/2020).

Rombongan menteri awalnya disambut Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto  Sabran didampingi Ketua DPRD Kalteng Wiyatno, Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalteng Irjen Pol Dedy Prasetyo, Komandan Korem 102 Panju Panjung (Danrem 102/Pjg) Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalteng Mukri dan mewakili Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda).

Selanjutnya rombongan menteri didampingi Gubernur Kalteng dan unsur Forkopimda terbang menggunakan helikopter dan mendarat di desa Gadabung kemudian menuju Desa Belanti II wilayah Kecamatan Pandih Batu.

Dalam sambutannya, Bupati Pulang Pisau H. Edy Pratowo Mengatakan, Desa Belanti II dan Desa Gadabung merupakan sentral pertanian produksi penanaman padi diantara desa lainnya di kabupaten pulang pisau. ada juga beberapa desa lainnya seperti Desa Tahai Jaya, Tahai Baru, Sanggang, Pantik, karya bersama tepatnya wilayah seberang khusus mengelola lahan pertanian berupa tanaman padi.

“Lokasi itu merupakan lahan eks transmigrasi dari tahun 1982/1983” ujarnya.

Lokasi eks transmigrasi ini pula kata Bupati, merupakan diantara 25 ribu yang dicanangkan pemerintah kabupaten Pulang Pisau yang merupakan lahan eksisting.

Dilokasi ini pula, rata – rata menghasilkan padi 5 sampai 7 ton perhektar untuk jenis bibit padi Varietas hibrida  dan Inpara.

“Kami juga pernah mencoba jenis bibit padi organik bekerjasama dengan pemerintah provinsi yang hasilnya mencapai 9 sampai 10 ton perhektar” terangnya.

Jikalau kalteng dicanagkan sebagai ketahanan pangan nasional, Bupati katakan pula maka pemerintah kabupaten Pulang Pisau sangat mendukung. dari 30 ribu yang dicanangkan pada tahap awal yaitu 20 ribu untuk Kapuas dan 10 ribu nya untuk Pulang Pisau, kalau dicanagkan pulang pisau pada tahap pertama sebanyak 20 ribu hektar bupati juga siap.

Alasan Bupati demikian menurutnya, lahan dan Sumber Daya Manusia (SDM)nya sudah ada, tinggal kemauan perintah kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat saling bersinergi.

Selanjutnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Dr. H. C. Ir. Airlangga Hartarto, M. B. A., MMT, dalam sambutannya sangat membanggakan desa yang ia kunjungi terbebas dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), menurutnya tidaklah salah pemerintah pusat mendorong Kalteng khususnya Pulang Pisau dan Kapuas menjadi lombong padi nasional.

Kedatangan rombongannya pada pertamakalinya ke Pulang Pisau katanya, untuk merekomondasikan kepada presiden untuk datang. sehingga biarkanlah Bapak Presiden mencanangkan lumbung beras nasional foot estate untuk indonesia ada di kalteng.

Menteri berkata juga, pada awalnya peta daerah ini dilihat mereka dengan teman – teman di kabinet disetiap kali rapat, tetapi setelah secara langsung robongannya melihat, berbeda dengan hamparan padi yang ada.

“Oleh karena inilah dapat memberikan percaya diri kepada pemerintah bahwa ini merpakan pilihan yang tepat” paparnya. (Drt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *