
Jalarta-http://inovasiborneo.co.id-Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan, tema Rakornas ini diangkat sejalan dengan visi besar Presiden Joko Widodo. terkait transformasi ekonomi melalui hilirisasi.
Menurut Bahlil, hilirisasi dilakukan tidak hanya untuk menguntungkan pengusaha-pengusaha atau investor besar saja, tetapi juga kolaborasi dengan pengusaha daerah dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di daerah agar dapat tumbuh bersama.
Bahlil juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka melakukan koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) seluruh Indonesia terkait pencapaian target investasi. Bahlil optimis akan tercapainya target realisasi investasi tahun 2022 sebesar Rp1.200 triliun, dimana sampai dengan kuartal III tahun 2022 ini, realisasi investasi telah tercapai sebesar Rp894 triliun atau 74,4 persen dari target yang diberikan.
Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa dari hasil konsolidasi bersama dengan Pemerintah daerah dan DPMPTSP menghasilkan beberapa rekomendasi, diantaranya terkait arah kebijakan Pemerintah pusat mengenai hilirisasi yang dianggap sudah tepat dan harus dipertahankan, meskipun adanya pihak-pihak yang ingin melakukan intervensi.
“Termasuk dengan WTO, Bapak Presiden. Jadi, mereka mengatakan bahwa negara kita jangan diatur- atur. Oleh karena itu, mereka taat apa yang Bapak Presiden katakan untuk hilirisasi jalan terus,” ucap Bahlil.
Melalui kolaborasi dengan DPMPTSP seluruh Indonesia, Bahlil juga menjelaskan Kementerian Investasi/BKPM bersama dengan Pemerintah daerah sepakat bahwa target realisasi investasi di tahun 2023 mendatang sebesar Rp1.400 triliun juga dapat tercapai dengan syarat adanya stabilitas global serta stabilitas politik Indonesia yang baik.

