Palangkaraya –http://Inovasiborneo.co.id-Wakil Gubernur (Wagub) Edy Pratowo membuka secara resmi Kegiatan Sekolah Moderasi untuk Pengurus dan Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun 2022, bertempat di Ruang Rapat Sekretariat FKUB Provinsi, Sabtu pagi (4/5/2022).

Turut hadir secara online maupun offline dalam acara pembukaan Sekolah Moderasi ini antara lain Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalteng, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalteng, Pengurus dan Anggota FKUB Provinsi Kalteng, para Tokoh Agama selaku narasumber, Anggota FKUB Kabupaten/Kota se-Kalteng, para peserta dari berbagai organisasi keagamaan dan para pemuda lintas agama.
Wagub Edy Pratowo selaku Ketua Dewan Penasihat FKUB dalam acara tersebut berpesan kepada para peserta agar siap menghadapi tahun politik yang akan datang, dengan modal pemahaman moderasi dan strategi yang kuat dalam memelihara kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama di Kalimantan Tengah.
“Saya mengimbau kepada para peserta agar dalam Sekolah Moderasi ini dapat mengungkapkan kekuatan pemahaman moderasi dan strategi yang diperoleh dalam melaksanakan program dan kegiatan tahun 2022 ini, serta bersiap menghadapi tahun politik mendatang, dan sekaligus memberikan inovasi baru dalam pemeliharaan kerukunan di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, Tanah Berkah Provinsi Kalimantan Tengah,” imbuhnya.
“Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa meridhoi segala daya upaya kita dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di Kalimantan Tengah, demi terwujudnya Kalteng Makin Berkah,” pungkas Wagub Edy Pratowo.
Acara yang diselenggarakan secara hybrid oleh FKUB Provinsi ini adalah dalam rangka meningkatkan kerukunan umat beragama di Kalimantan Tengah.
Seperti yang diungkapkan sebelumnya oleh Ketua FKUB Provinsi Kalteng Bulkani saat menyampaikan laporan, “Kegiatan ini sebenarnya kita maksudkan untuk menyamakan persepsi tentang seperti apa sebenarnya proses moderasi beragama itu. Minimal diantara atau di lingkungan Pengurus FKUB dan Pemuda Lintas Agama.”
Lebih lanjut disampaikan oleh Bulkani bahwa dengan saling menghargai satu sama lain, termasuk juga saling memberikan apresiasi di antara pengurus FKUB, dan upaya untuk memahami perbedaan, maka diharapkan akan tumbuh keinginan dan rasa untuk menghargai satu sama lain.

