Pemprov. Kalteng Dengan Tim Ahli UGM Bahas Tentang Percepatan Pembangunan Serta Meningkatkan PAD Kalteng

KALTENG-http://Inovasiborneo.co id-Prov. Kalteng, suatu Provinsi besar dan kaya serta masyarakatnya akan sejahtera di semua leading sektor. Jika dikelola dengan baik.Hal itu ia sampaikan Haidar Alwi selaku Ketua Tim Ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Pemprov. Kalteng dengan Tim Ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) Tentang Percepatan Pembangunan Kalteng, di Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Senin (21/2/2022).

“Nah kita melihat di bola bumi atau Globe bola dunia bahwa ternyata indonesia kita ini sepertiga dari batas laut dan darat. Saya melihat, indonesia terletak di sepertiga poros bumi,”

Dari sepertiga poros bumi itu lanjutnya, utamanya ada di Prov. Kalteng. Artinya Sumber Daya Alam mineral di dunia ini sepertiga ada di Indonesia. “Untuk itu Kalteng harus menjadi leading daripada provinsi-provinsi yang lain dari sisi tambang dan lain-lain. Karena saya melihat Kalteng kaya akan batubara, emas, biji besi dan lain sebagainya,” tambahnya.

Dalam Acara FGD tersebutGubernur Sugianto Sabran juga menyampaikan untuk dapat dirumuskan bersama dalam FGD.

Pertama disampaikan Gubernur yakni Prov. Kalteng memiliki potensi Sumber daya Alam yang luar biasa.

Dengan 11 sungai besar dan panjang garis pantai mencapai 750 KM serta potensi Perkebunan, Pertambangan dan Perhutanan yang sangat luar biasa.

 Berdasarkan data dari BPS pada Tahun 2020, Kalteng juga memiliki Lokasi geografis yang cukup strategis dengan luas +-  dengan jumlah penduduk 2.669.969 Jiwa sehingga kepadatan penduduk hanya 17 Jiwa/ . 

Untuk itu, diharapkan Sumber daya Alam yang melimpah ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat Kalteng dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah Prov. Kalteng untuk mendukung percepatan pembangunan di Prov. Kalteng.

Kedua, berdasarkan data Ekspor Prov. Kalteng dari Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan pada tahun 2020  hanya 26,23 % ekspor keluar melalui pelabuhan di wilayah Prov. Kalteng, sedangkan 73,77 % ekspor dilakukan melalui pelabuhan di Provinsi lain. Hal ini dapat terjadi salah satunya disebabkan karena hingga saat ini Kalteng masih belum memiliki Pelabuhan Utama.

Ketiga, mengingat pentingnya aksestabilitas baik jalur darat, laut dan udara untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah strategis baik perencanaan pembangunan pelabuhan utama, pengerukan alur sungai (Kapuas murung) dan inisiasi pembangunan pelabuhan ship to ship di wilayah Prov. Kalteng.

Keempat, dalam rangka peningkatan nilai tambah komoditas unggulan yang ada di Prov. Kalteng, Pemprov. Kalteng mendukung kebijakan Presiden Ir. Joko Widodo untuk melakukan hilirisasi di daerah.

Hal ini selain dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan juga dapat menyerap ratusan ribu tenaga kerja baik tenaga kerja asli Kalteng juga tenaga kerja dengan keahlian dari luar Kalteng.

Kelima, Rasio elektrifikasi pada tahun 2021 di Prov. Kalteng cukup baik yakni mencapai 89,14%, hal ini tentu dapat ditingkatkan hingga 100% bahkan Kalteng dapat mendukung pasokan listrik nasional dengan optimalisasi sumber daya alam melalui pembangunan pembangkit-pembangkit tenaga listrik dengan tenaga alam, salah satunya tenaga air dan tenaga surya.

Keenam, salah satu upaya Pemprov. Kalteng untuk membuka aksestabilitas antar Kabupaten selain menyediakan infrastruktur jalan yang memadai juga dalam inisiasi pembangunan Sistem Jaringan Transportasi Perkretaapian di Prov. Kalteng yang sebelumnya pernah dilakukan kerjasama dengan PT.PTB dalam penyediaan jalur kereta api Puruk Cahu-Batanjung melalui Bangkuang.

Hal ini hingga saat ini masih terkendala sehingga perlu dilakukan kajian dan Analisa agar seluruh kendala dapat teratasi.

Terakhir, dalam rangka menggali potensi yang ada di Prov. Kalteng dan dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Pemprov. Kalteng juga menginisasi pembangunan Kawasan shrimp estate budidaya udang vaname yang berada di Kabupaten Sukamara.

Selain shrimp estate budidaya udang vaname di Kabupaten Sukamara juga sedang intesif mengembangkan program terintegrasi sawit sapi merupakan alternatif sebagai kawasan baru pengembangan sapi potong di Wilayah Kalteng.

“Terobosan-terobosan dan inovasi harus terus dilakukan, hal ini juga mengingat dimasa pandemi  COVID-19 dana transfer dari pusat ke daerah cenderung terjadi pengurangan, sehingga Pendapatan Asli Daerah menjadi satu-satunya sumber pembiayaan pembangunan yang diandalkan sebagai penopang pembiayaan pembangunan prioritas, diantaranya bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sektor strategis lainnya”, pungkas Gubernur.

Percepat Pembangunan Kalteng, Pemprov Gelar FGD Dengan Tim Ahli UGM

Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda, Para Kepala Dinas/Badan/ Biro dan Satuan Perangkat Daerah di Lingkungan Pemprov. Kalteng yang hadir pada FGD Pemprov. Kalteng dengan Tim Ahli UGM Tentang Percepatan Pembangunan Kalteng



Foto : MMCKalteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *