Sugianto Sabran : Masyarakat Harus Waspada Terhadap Berbagai Gejala yang Dialami Tubuh.

Palangka Raya-IB Tim Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah menyampaikan Press Release Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah, Rabu (16/09/2020) mengenai perkembangan penanganan pandemi Covid-19.

Gubernur Kalimantan Tengah selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah menyampaikan jumlah kasus konfirmasi positif terinfeksi Covid-19 di Kalimantan Tengah semakin meningkat dari hari ke hari.

Menurut Chief Executive Officer (CEO) Primaya Hospital Group, dr Ferdy D Tiwow SH MS mengatakan masyarakat harus selalu waspada terhadap berbagai gejala yang terjadi atau dialami tubuhnya. Jangan sepelekan gejala batuk, demam, flu, atau nyeri-nyeri yang terjadi di tubuh. Gejala tersebut bisa menjadi indikasi awal potensi terpapar Covid-19.

Jika mengalami keluhan atau gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan isolasi mandiri di rumah dan lakukan konsultasi kesehatan secara daring (online) atau melalui telemedicine. Selanjutnya, ikuti saran dokter yang diberikan saat berkonsultasi. Jika dokter menyarankan untuk melakukan skrining (screening) Covid-19, maka segera kunjungi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

Skrining di tengah pandemi Covid-19 ini umumnya dilakukan meliputi pemeriksaan darah lengkap, rapid test, dan thorax rontgent atau CT Scan. Apabila hasil dari skrining tersebut mengindikasikan adanya potensi Covid-19, maka pasien akan diarahkan untuk melakukan Swab test. Namun, para pasien dapat langsung melakukan pemeriksaan Swab test tanpa harus melakukan screening Covid-19 terlebih dahulu.

Hal yang harus dilakukan positif terinfeksi Covid-19 pada pasien bergejala dengan hasil skrining yang terindikasi (suspek) Covid-19 atau dengan hasil Swab test positif Covid-19, biasanya akan mendapatkan perawatan di ruang isolasi Covid-19. Namun, jika pasien tidak mengalami gejala Covid-19, tetapi terindikasi (suspek) atau terkonfirmasi positif Covid-19, dokter akan mempertimbangkan kembali apakah pasien dapat melakukan isolasi mandiri di rumah atau harus dirawat di rumah sakit.

Gubernur Kalimantan Tengah selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah mengatakan bahwa melihat fakta peningkatan kasus corona di Kalimantan Tengah, menjaga kesehatan merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi atau harga mati.

Selain disiplin menjalani protokol kesehatan, upaya menjaga kesehatan juga bisa ditempuh dengan mengkonsumsi makan-makanan bergizi yang seimbang, istirahat cukup, olahraga, dan berjemur. Khusus berjemur, kegiatan ini memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat sejak awal pandemi. Pasalnya, tidak sedikit ahli kesehatan menganjurkan masyarakat untuk melakukan aktivitas tersebut.

Sinar ultraviolet (UV), khususnya UV B, berkontribusi bagi pembentukan vitamin D dalam tubuh. Vitamin D dapat memodulasi sistem kekebalan tubuh alamiah dan adaptif sehingga membantu mengatur sistem kekebalan tubuh. Seperti diketahui, sistem imunitas yang kuat akan melindungi tubuh dari berbagai risiko penyakit, termasuk Covid-19. Untuk mendapatkan manfaat dari vitamin D, menganjurkan agar berjemur di waktu yang tepat. Sinar Ultraviolet B pada rentang waktu 10.00 hingga 15.00 dengan durasi 10-20 menit.


Namun, tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk berjemur. Meski demikian, masih ada cara lain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut, yakni dengan mengkonsumsi makanan dan suplemen. Setidaknya ada 10 makanan dengan kandungan vitamin D tinggi yang mudah dijumpai di pasaran. Contohnya, salmon, sarden, tuna, minyak ikan kod, kuning telur, jamur, susu sapi, susu kedelai, jeruk, sereal, dan oatmeal.

Gubernur Kalimantan Tengah selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah menyampaikan jumlah akumulasi data sampai dengan hari ini Rabu, 16 September 2020, pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Tengah bertambah sebanyak 18 orang dengan total kasus mencapai 3.086 orang, pasien dinyatakan sembuh sebanyak 51 orang dan pasien dinyatakan meninggal dunia sebanyak 122 orang atau dengan tingkat kematian Case Fatality Rate (CFR) 4 persen.

Data ini menunjukkan kepada kita semua bahwa sejak tanggal 12 Maret 2020 dimana kasus pertama kali yang terkonfirmasi positif Covid-19 sampai dengan saat ini, penambahan kasus konfirmasi baru selalu terjadi setiap hari di Kalimantan Tengah. Hal ini berpotensi terus terjadi jika masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, Gubernur Kalimantan Tengah mengharapkan kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah melihat kenyataan penyebaran covid-19, dan tidak ada lagi yang berpikir bahwa ini merupakan sebuah konspirasi dan meminta dukungan seluruh elemen masyarakat untuk terus mensosialisasikan ancaman covid-19 sehingga seluruh masyarakat dapat menyadari ancaman covid-19 dan secara sadar disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai suatu bentuk adaptasi kebiasaan baru dalam aktivitas sehari-hari.
Keempat, Disampaikan perkembangan data Covid-19 yang kami himpun akumulasinya pada 16 September 2020 pukul 15.00 WIB sebagai berikut:

Kabupaten/kota zona terdampak, sebanyak 13 kabupaten dan 1 kota sudah terdampak, tetapi Kabupaten Sukamara tidak ada kasus dan zona hijau.

Kasus konfirmasi, ada penambahan sebanyak 18 orang, yaitu di Palangka Raya 8 orang, di Seruyan 1 orang, di Pulang Pisau 2 orang, di Barsel 2 orang, di Bartim 1 orang, dan di Barut 4 orang, sehingga dari semula sebanyak 3.068 orang menjadi 3.086 orang.


Sembuh, ada penambahan sebanyak 51 orang, yaitu di Palangka Raya 33 orang, di Kapuas 5 orang, di Pulang Pisau 5 orang, di Barsel 5 orang, dan di Murung Raya 3 orang, sehingga dari semula 2.360 orang menjadi 2.411 orang.

Kasus Suspek, ada penurunan sebanyak 3 orang, sehingga dari semula 516 orang menjadi 513 orang.

Kasus Probable, ada penambahan sebanyak 1 orang, sehingga dari semula 34 orang menjadi 35 orang.

Dalam Perawatan, ada penurunan sebanyak 34 orang, sehingga dari semula 587 orang menjadi 553 orang.

Kasus Meninggal, ada penambahan sebanyak 1 orang, yaitu di Barsel 1 orang, sehingga dari semula 121 orang menjadi 122 orang. Tingkat kematiannya (CFR) 4%.

Terakhir, Gubernur Kalimantan Tengah selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah selalu mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah agar tetap selalu mematuhi protokol kesehatan serta memutus mata rantai sebaran Covid-19.

Bagi warga yang belum sadar terhadap protokol kesehatan, INGAT !!! WAJIB 4M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan agar Covid-19 ini segera berakhir di Kalimantan Tengah dan seluruhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *