
Pulang Pisau -IB- Pemerintah Desa (Pemdes) Anjir Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, melakukan musyawarah desa secara singkat dan terbatas dalam perubahan dan penyusunan
Anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) tahun 2020.
Perubahan yang dimaksut dikarenakan menghadapi Pandemi Covid-19 sehingga sesuai aturan Pemerintah Pusat dari jumlah keseluruhan Dana Desa (DD) yang diterima oleh Pemdes maka sekian persen dialokasikan terhadap masyarakat terdampak pandemi covid-19.
Turut serta hadir dari perwakilan Tokoh Masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Rukun Tetangga (RT), Pendamping Desa, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa).
Kepala Desa Anjir Pulang Pisau, Budung mengatakan, penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak covid-19 itu berupa Bantuan Lansung Tunai (BLT) diambil dari DD tahap ke-2. oleh sebap itu perlu adanya kesepakatan bersama tentang perubahan anggaran yang sudah ditetapkan sebelumnya.
“Adapun jumlah alokasi DD yang dianggarkan di desa ini kurang lebih Rp. 550.500.000,00” katanya, Rabu (06/05/2020).
Selain itu untuk penerima BLT tersebut, Budung memberikan penjelasan yakni bagi masyarakat terdampak covid-19 yang benar – benar tidak mampu, Lanjut Usia (Lasia) dan jompo serta orang yang sebelumnya mampu, tetapi karena Dampak Covid-19 membuat usahanya drastis menurun.
“Apabila pada nantinya anggaran yang kita siapkan ini berlebihan, maka akan kita jadikan SILPA” bebernya.
Pada kesempatan yang sama, Babinsa yang diwakili Bhabinkamtibmas desa anjir Pulang Pisau, Brigpol Wisda Anggara dalam sambutannya mengatakan, bantuan Bantuan Lansung Tunai Desa (BLTD) merupakan kebijakan perintah pusat melalui kementrian desa yang di salurkan melalui DD. itu merupakan wujud pemerintah peduli terhadap masyarkat miskin yang terdampak virus covid-19.
“Kita mengharapkan nantinya, bantuan tersebut benar benar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat bersama – sama mewujudkan pemdes desa itu sebagai percontohan desa yang baik. (Drt)

