
Kerajinan Unik Desa Humbang Raya Menggunakan Daun Tanaman Sekitar.
Kapuas, IB – kerajinan tangan dari bahan baku Daun rasau,Daun nanas,Daun kajang tergolong unik dan meupakan ciri khas kerajinan suku Dayak Kalimantan khususnya Kalimantan Tengah ( Kalteng ).
Daun tersebut banyak tumbuh di pinggir sungai sehingga sangat mudah didapatkan dan tidak memakan waktu lama untuk mengolahnya walaupun hanya menggunakan alat manual saja.
Awak media Inovasi Borneo menemui Kepala Desa ( Kades ) Humbang Raya Kecamatan Mentangai Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah Darwin ( 8/11) di lokasi pengolahan Kerajinan mengatakan, Kami memperkenal kan kerajinan tangan dari olahan Daun rasau,Daun nanas,Daun kajang untuk dijadikan kerajinan tangan berupa olahan tali karena bahan bakunya yang sangat mudah di dapat dan banyak tumbuh dipinggiran sungai yang ada di desa humbang raya.
Dengan tumbuhan yang melimpah Ruah Masyrakat mampu mendapat kan bahan baku nya hampir satu ton perharinya dan pekerja yang mayoritas asli penduduk desa Himbang Raya bisanya mendapat upah sebesar Rp. 600.000/ton sehingga menjadi mata pencaharian warga kami sendiri, ucap Darwin.
Pekerja kerajinan ini yang sudah ada mencapai 20 orang,untuk pencari bahan baku dan 12 orang pekerja untuk penjemuran dan pengolahan nya, jelas Darwin.
Orang nomer satu di Desa Humabang Raya berharap untuk pemerintah daerah kabupaten Kapuas kira nya dapat membantu dan turut berpartisipasi dalam halnya pemasaran agar bisa meningkat kan nilai penjualan sehingga menambah penghasilan bagi warga kami.
Kami selaku Pemerintah Desa dalam waktu dekat ini akan membentuk Badan Usah milik Desa (Bumdes ) yang tujuannya membantu dalam hal modal dari Anggaran Dana Desa ( ADD ) agar bisa berkembang nya usaha kerajinan ini dan meningkatkan penghasilan masyarakat kami melalui kerajinan ini yang merupakan tradisi turun – temurun, tegas Darwin.
“Kami sudah memperkenal kan melalui kegiatan pameran expo dan acara-acara kesenian lainnya,” tandas Darwin.
Ditempat yang sama Ketua Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Rifri Hartino mengatakan, kerajinan atau usaha dari daun rasau yang di olah jadi kerajinan tali merupakan ide yang dia dapat dari kerabat nya yaitu Bapak Kristianto.
Beliau mengajarkan kepada Masyarakat tentang cara pengolahan bahan baku sampai menjadi bahan setengah jadi berupa tali sehingga memiliki nilai jual, jelas orang yang akrab di panggil Tino.
Untuk bahan baku setengah jadi kami sudah mendapatkan pelanggan dari Yogyakarta dan harus mengirim bahan sebanyak 50 ton setiap bulannya, itupun kami belum bisa maksimal memenuhinya karena minim nya dana yang kami miliki, imbuhnya.
Harapan kami kira nya dapat perhatian maupun bantuan modal dari Pemerintah Kabupaten maupun dari pemerintah Provinsi kalteng untuk bisa membantu usaha ini agar bisa berkembang sehingga dapat meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Humbang Raya,” tutup Tino.( Hery )

