Mengangkat UMKM, Media dan Asosiasi Menginginkan Kerjasama serta Dukungan Pemerintah

Palangka Raya, IB – Media selaku sahabat UMKM bersama dengan Pelaku UMKM berniat untuk melakukan kerjasama dalam bentuk kegiatan yang didasari oleh pemikiran bersama demi mengangkat nama UMKM yang mana mentargetkan Dana CSR pada setiap Perusahaan Swasta yang ada didaerah masing – masing pelaku UMKM itu sendiri sesuai dengan UU 45 tentang Dana CSR peruntukkan membantu UMKM daerah maupun Nasional di Kawasan Kalimantan Tengah, khususnya Palangka Raya dan Kabupaten dilingkupnya. (Jum’at, 08/11/2019).

Hal ini setali tiga uang dengan wawancara bersama dengan pelaku UMKM yang mana hanya sebagian pelaku UMKM dapat menerima bantuan dari Pemerintah dengan program UMKM mandiri. Namun, sangat disayangkan bahwa hal ini tidak efektif mengingat UMKM dalam setiap daerah memiliki jumlah lebih kurang ribuan pelaku usaha yang tentunya hanya sebagian UMKM saja yang tersurvey oleh Pemerintah Kalimantan Tengah saat ini, menurut Pak Oboy yang memiliki nama asli Winhard O Djahan selaku ketua BPD ASEPHI wilayah kerja Kalimantan Tengah.

Selain itu pula ia sangatlah prihatin dengan pelaku UMKM yang hanya itu-itu saja yang sering mengikuti kegiatan program pemerintah dimulai dari expo, bazzar, pelatihan dan workshop yang diselenggarakan oleh dinas terkait di Kalimantan Tengah.

Perlunya sebuah kegiatan yang bersifat membangkitkan energi dan kualitas UMKM itu sendiri harusnya difikirkan pemerintah bukan hanya mengenai kegiatan yang bersifat komersil maupun perorangan dengan dalih mengangkat nama UMKM itu sendiri. “Kalau saya sih dari dulu kegiatan yang dilakukan pihak dinas terkait hanya mengangkat beberapa UMKM saja, sedangkan yang lain hanya menjadi statnan saja dikarenakan kurangnya informasi tentang program pemerintah kepada pihak pelaku UMKM yang tidak terdata dan perlu adanya kerjasama antar lembaga serta asosiasi yang ada di Kalimantan Tengah”.Tambahnya sambil duduk santai sesekali merangkai batu lilis untuk menghasilkan gelang maupun kalung.

Selaku sahabat UMKM yang berprofesi sebagai wartawan media online singgih yang memilik ide melakukan rencana kegiatan UMKM Berkah Expo menyampaikan pula “Kami bersama pelaku UMKM sebenarnya telah mengajukan program proposal yang mengangkat nama dan tema UMKM pula bertempat disanaman mantekai pada 29 Desember 2019 – 04 Januari 2020 dengan sistem investasi mandiri yaitu biaya sewa akan dikembalikan kurang lebih 40% – 20% diakhir kegiatan. Namun, sampai dengan saat ini belum ada keputusan yang pasti atas dukungan pemerintah terkait sedangkan kami mati-matian mencari link sponsor sampai akhirnya dalam waktu satu bulan setengah ini untuk rekomendasi ataupun SK susah sekali dikeluarkan dikarenakan berdalih sedang dikoreksi. Yah, mungkin nanti nilainya mudah-mudahan B+ lah minimal”. Katanya saat diwawancara.

Peningkatan mutu dan program UMKM merupakan visi maupun misi dari memajukan UMKM. Maka dari itu diharapkan dengan adanya jalinan antara sahabat UMKM dengan media online ini dapat segera dilirik oleh sponsor yang ada, mengingat pendanaan sendiri merupakan dana paling kecil diantara tander kegiatan expo lain kurang lebih sebesar 1,6 miliar rupiah selama 7 hari dibebankan kepada sponsor pula. Biaya tersebut sudah termasuk produksi mendatangkan artis nasional direncanakan 3 artis band serta 1 artis dangdut, sedangkan perlengkapan, ijin, sewa tenda, publikasi, dan lain-lain maupun event tambahan Festival Seni Tari, Lomba Fasion Show, Lomba Photografy serta Parade Musik Lokal dengan tujuan menggait pengunjung datang dilokasi area kegiatan yang tentunya harus ada kerjasama dan dukungan dari pemerintah itu sendiri mengingat waktu pelaksanaan kegiatan mendekati kode kuning atau deadline ditambahkan Lulu selaku pemilik PT. IBM yang mendukung dengan menggunakan bendera EO-nya untuk kegiatan tersebut.(sgh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *