BKKBN Daftar Serahkan Keluarga Berisiko Stunting di Kalteng

KAltenghttp://inovasiborneo.co.id-Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Kalteng Dadi Ahmad Roswandi  menyampaikan dalam laporannya bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil verifikasi faktual pendataan keluarga tahun 2021 (data keluarga berisiko stunting) kepada Pemerintah daerah, pemangku kepentingan dan mitra BKKBN, sebagai bahan referensi dan data pendukung dalam melaksanakan intervensi program dan kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Provinsi Kalteng.

“Kita berharap hasil SSGBI tahun 2022 angka prevalensi stunting di Kalimantan Tengah bisa mencapai minimal 23,24 persen, sehingga target penurunan stunting sebesar 15,38 persen di tahun 2024 dapat tercapai,” ucapnya.

Sahli Gubernur Bidang KSDM Suhaemi : Angka Prevalensi Stunting di Kalteng Turun Signifikan

Penyerahan Data Keluarga Berisiko Stunting di Kalteng

Walaupun dari tahun ke tahun angka prevalensi stunting di Kalteng mengalami penurunan, menurut Suhaemi angka ini masih berada di atas angka standar yang ditoleransi oleh WHO, yaitu di bawah angka 20 persen, dan masih berada di atas angka nasional yaitu 24,4 persen.

“Saya mengimbau kepada seluruh instansi dan mitra terkait, agar dapat bersinergi dan bekerja sama di dalam wadah yang telah dibentuk oleh Bapak Gubernur yaitu Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kalimantan Tengah,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Kalteng Dadi Ahmad Roswandi menyerahkan Data Keluarga Berisiko Stunting di Kalteng kepada Sahli Gubernur Kalteng Bidang KSDM Suhaemi.

Turut hadir Kepala Instansi Vertikal dan Kepala Perangkat Daerah Prov. Kalteng terkait, Satgas TPPS Prov. Kalteng, perwakilan unsur Forkopimda, Akademisi, Organisasi Keagamaan, Organisasi Profesi dan undangan lainnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *