KALTENG-http://inovasiborneo.co.id-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa lahan yang ada di Dadahup tersebut memiliki keasaman atau tingkat pH yang sangat rendah sehingga menyebabkan produktivitas padi yang tidak terlalu tinggi.

“Hal ini lagi kita benahi dan agenda ini harus tetap berlanjut, kita tidak bisa melihat hasilnya dalam satu dua tahun ini, tetapi masa depan lah yang harus kita persiapkan untuk ketahanan pangan Indonesia,” ujarnya.
Ia menyebut lahan yang digunakan ini tidak termasuk dalam lahan rawa gambut yang dilindungi. “Lahan di sini debit airnya naik turun tergantung cuaca dan itu sangat dinamis sekali. Kita baru belajar satu dua tahun dan hasilnya cukup bagus. Oleh karena itu kita harapkan lahan ini tidak hanya ditanam padi dan jagung saja, tetapi juga kelapa dan buah-buahan lainnya,” jelasnya.
Di akhir penjelasannya, Mentan mengungkapkan bahwa Food Estate ini bukanlah proyek yang memiliki target, tetapi budidaya yang berproses dalam jangka waktu yang lama.
Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan penanaman padi Varietas Inpari 32, dimana benihnya berasal dari penangkar lokal Kalteng sehingga sudah adaptif agroklimat rawa. Selain itu juga dilaksanakan peninjauan infrastruktur di area Kawasan Food Estate.
Turut hadir Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Ali Jamil,Dirjen Tanaman Pangan Suwandi,Dirjen Perkebunan Andy Nur Alamsyah, Danrem 102/pjg Brigjen TNI Yudianto Putrajaya, dan Kepala Dinas TPHP Prov. Kalteng Hj. Sunarti

