Kuala Pembuang -IB-Produksi perahu kecil dengan bahan kayu belangiran atau jenis lainnya masih banyak digeluti warga di Sungai Mitak, Desa Persil Raya, Kecamatan Seruyan Hilir. Bahkan, hasil karya ini ada yang memesan dari luar daerah.

Sejumlah warga masih menggeluti usaha sebagai pembuat perahu kayu bermesin. Bahkan usaha ini digeluti sejak puluhan tahun lalu.
“Perahu berbahan kayu belangiran ini paling banyak dipesan warga. Ada yang untuk mancing hingga menangkap ikan di laut,” kata Abdul Gafur, salah satu pembuat perahu, Selasa, 28 April 2020.
Pemesan perahu tak hanya dari Seruyan, tetapi ada juga nelayan asal Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Adapun harga jualnya bervariasi, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan dalam pengerjaan nya. Ia mencontohkan untuk perahu dengan ukuran kecil dijual seharga Rp 2,5 juta.
“Untuk perahu ukuran kecil dengan kapasitas tiga orang, biasanya pengerjaan paling lama sekitar empat hari kalau semua bahan baku tersedia,” imbuhnya.
Dalam satu bulan, dia dapat mengerjakan pesanan perahu sebanyak empat unit bahkan lebih. Kendati di tengah wabah corona ini, produksinya tetap lancar. (rdn)

