Atasi Kelangkaan Pemerintah Kalteng Sediakan 25 Ton Gula Pasir

Palangka Raya – Inovasi Borneo, Pemerintah telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan Virus Corona atau Covid-19.

Dalam situasi mewabahnya pandemi itu, geliat perekonomian masih terlihat berjalan, akan tetapi tidak dapat dipungkiri bila berdampak terhadap kelancaran arus dan ketersediaan bahan pokok. Sebagai akibatnya ada beberapa kebutuhan bahan pokok menjadi langka di pasaran, diantaranya gula pasir.

Ketersediaan bahan pokok di Kalimantan Tengah seperti gula pasir turut mengalami kelangkaan sehingga menyebabkan harga gula dipasaran menjadi naik dan di Kota Palangka Raya harga gula pasir berkisar Rp. 19.000,- Rp. 21.000,- perkilogram.

Berdasarkan Instruksi Gubernur Kalteng Sugianto agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengupayakan tambahan stok gula pasir untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga gula pasir.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah membentuk Tim Pengendalian Bahan Pokok dan Bahan Penting (Dalpokting) serta Bahan Kebutuhan lainnya yang bertugas untuk melakukan pengawasan dilapangan terkait ketersediaan bahan pokok dan harga di masyarakat.

Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran sudah menginstruksikan kepada Tim Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) Kalteng untuk bekerja maksimal melakukan pengawasan dan melalui Tim Pengendalian Bahan Pokok dan Bahan Penting untuk selalu berupaya menjaga ketersediaan dan pasokan dengan tetap bekerjasama dengan dinas atau instansi terkait.

Ketua Tim Pengendalian Bahan Pokok dan Bahan Penting, Rojikinor yang juga menjabat Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan, upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah membuahkan hasil, yakni telah dilakukan pengiriman pertama gula pasir sebanyak 25 ton dan gula pasir tersebut sudah masuk ke bulog Kanwil Kalteng, Jumat (04/04/2020).

Terkait ketersediaan stok gula pasir saat ini, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tim Dalpokting meminta pihak Bulog untuk melakukan operasi pasar bersama instansi terkait untuk mensosialisasikan secara masif kepada masyarakat mengenai jumlah stok gula pasir yang tersedia dalam rangka stabilisasi harga.

Disamping meminta pihak Bulog melakukan operasi pasar, Tim Dalpokting juga mengarahkan untuk bekerjasama dengan beberapa pedagang yakni bersama-sama mendistribusikan gula dengan harga Bulog sebagai bentuk kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk menurunkan kembali harga gula pasir

Sesuai dengan instruksi dari Gubernur Kalteng, tim Satgas Pangan Kalteng akan terus melakukan pengawasan untuk menghindari penimbunan dan upaya pedagang nakal yang memanfaatkan kesempatan pada situasi seperti ini. (red/ap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *