JAKARTA-http://inovasibornei.co id-Dalam Rakor Inflasi Mendagri menyampaikan perkembangan inflasi Tahun ke Tahun Februari 2024 terhadap Januari 2024 secara nasional adalah 2,75 persen. Kemudian inflasi Bulan ke Bulan Februari 2024 terhadap Januari 2024 adalah 0,37 persen. Kenaikan ini dipengaruhi sektor makanan, minuman, tembakau dan transportasi.
Pada tingkat provinsi inflasi tertinggi berada di Papua Selatan, Gorontalo, Papua Tengah, Bengkulu, Papua Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, Kalimantan Timur dan Lampung yang rata-rata berada diatas nasional. Sedangkan,
Inflasi terendah berada di Papua Barat Daya, Bangka Belitung, Papua, DKI Jakarta, Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Aceh, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara.
Komoditas utama penyebab inflasi Februari 2024 adalah beras, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras dan minyak goreng dengan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan Februari periode sebelumnya. Beras memberikan andil inflasi terbesar serta lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.

Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar W saat menyampaikan laporannya
Dijelaskan Amalia, meskipun secara bulanan inflasi Januari 2024 relatif lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, inflasi tahun kalendernya (y to d) masih lebih rendah dibandingkan Februari 2022 dan Februari 2023. Berbeda dengan periode yang sama di tahun 2022 dan 2023, inflasi tahun kalender sampai dengan Februari 2024 dominan disebabkan oleh komponen harga bergejolak, utamanya beras, yang menyumbang andil sebesar 0,24 persen.
Turut hadir secara virtual dari tempat masing-masing diantaranya Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, serta dari Kementerian/ Lembaga terkait dan Gubernur/Bupati/Walikota se Indonesia.

