Gubernur Sugianto Sabran Tinjau Karhutla diDesa Tanjung Taruna

Palangka Raya – http://inovasiborneo.co.id-Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran meninjau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jl. Lintas Kalimantan Km. 26 Desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (5/10/2023).

Peninjauan dilakukan usai Gubernur Kalteng menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla, Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan akibat Dampak El Nino di wilayah Prov. Kalteng bersama Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Iwan Setiawan, Unsur Forkopimda Prov. Kalteng, Anggota Pendukung Forkopimda Prov. Kalteng, Jajaran Setda Kalteng, Kepala OPD dan Instansi Vertikal Prov. Kalteng, serta jajaran dari Pemkab/Pemko se-Kalteng.


Berdasarkan kesimpulan Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla, Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan akibat dampak El Nino di Wilayah Prov. Kalteng Tahun 2023 pada tanggal 5 Oktober 2023, Forum Rapat Koordinasi sepakat untuk menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan yang berlaku selama 10 hari, yakni dari 6-15 Oktober 2023.

Tinjau Karhutla di Desa Taruna, Gubernur Sugianto Sabran Instruksikan Penanganan Kebakaran Harus Tuntas

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran beserta jajaran saat meninjau Karhutla di Jl. Lintas Kalimantan Km. 26 Desa Tanjung Taruna


Sementara itu, Pemerintah Kabupaten/kota di Kalteng yang telah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla sebanyak satu kota dan empat kabupaten diantaranya Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Kapuas.

Sebelum melakukan peninjauan, Gubernur menyampaikan Pemprov Kalteng bisa menaikan status tanggap darurat dengan ketentuan minimal ada dua kabupaten/kota yang sudah menetapkan status tanggal darurat.

Dengan ditetapkannya status tanggap darurat bencana karhutla, Pemprov Kalteng menyiapkan anggaran Rp 110 miliar yang bersumber dari dana Biaya Tak Terduga (BTT) untuk memaksimalkan penanggulangan karhutla seperti untuk pemadaman kebakaran,  membuat posko di lapangan, dapur umum dan kesehatan.

“Saya instruksikan juga digunakan untuk pelayanan Puskesmas keliling di wilayah Kota Palangka Raya serta menyiapkan pos kesehatan di titik-titik Karhutla”, tegasnya.

Ia juga menginstruksikan agar jangan ragu menggunakan dana BTT, baik untuk menambah jumlah personel yang melakukan pemadaman maupun sarana prasarana, sehingga karhutla yang masih terjadi benar-benar bisa dituntaskan.

Turut hadiri dalam peninjauan diantaranya Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo serta Kepala Perangkat Daerah Prov. Kalteng terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *