Dislutkan Dan IPB University Tinjau Lokasi shrimp Estate di Desa Sungai Raja

Sukamara – http://inovasiborneo.co.id-Kawasan Tambak Udang/Shrimp Estate di Desa Sei Raja merupakan program strategis yang digagas oleh Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran dalam membangun sektor kelautan dan perikanan. Saat ini, program shrimp estate inipun telah tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Prov. Kalteng dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) University.

Dalam rangka menindaklanjuti penandatanganan MoU antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dan University dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dislutkan Prov. Kalteng dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Akademisi dan Praktisi di Bidang Budidaya Vaname dan Hatcery Sukenda beserta Akademisi Manajemen Sumberdaya Perairan  Sulistiono  melakukan kunjungan ke lokasi shrimp Estate di Desa Sungai Raja Kecamatan Jelai Kabupaten Sukamara, Senin (13/3/2023).

Mantapkan Kerja Sama, Institut Pertanian Bogor (IPB) University Kunjungi Kawasan Shrimp Estate di Kalteng

Tim Dislutkan Prov. Kalteng berdiskusi dengan Tim IPB University mengenai pembangunan Shrimp Estate Kab. Sukamara

Saat melakukan kunjungan Tim IPB University didampingi Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL) Kumai David Hariyanto serta Kepala Bidang Kelautan dan Pesisir Zur Rawdoh.

“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik kunjungan dari Tim IPB University dan berharap sinergitas di sektor kelautan dan perikanan antara Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University dengan Dislutkan dapat terwujud,” ujar David. Ia menambahkan, bahwa kawasan shrimp estate yang dibangun di Desa Sei Raja Kabupaten Sukamara mencapai luas 40,17 Ha. Saat ini sudah terbangun 4 klaster terdiri dari 72 kolam dengan ukuran 40 x 40 m per petak.

Sementara itu, Akademisi dan Praktisi di Bidang Budidaya Vaname dan Hatcery  Sukenda menyatakan sangat terkesan dengan desain tambak udang/shrimp estate ini karena pengelolaan Inlet sampai dengan pengeluaran Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) sudah tertata. Ia berharap agar kedepannya manajemen pengelolaan pada shrimp estate ini harus diperhatikan dengan baik serta perlu didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *