Wagub H. Edy Pratowo Saat Pimpin FGD Tentang APBD Provinsi Kalteng TA 2022

Wujudkan Kebijakan Anggaran yang Efektif dan Efesien Sesuai Ketentuan, Pemprov Kalteng Gelar FGD APBD TA.  2022

Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo saat pimpin FGD tentang APBD Provinsi Kalteng TA 2022

Kalteng – http://Inovasiborneo.co.id– Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Edy Pratowo membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Prov. Kalteng TA. 2022.

Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (5/8/2022).

H. Edy Pratowo saat membacakan sambutan Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran menyampaikan pertumbuhan ekonomi di Kalteng cukup baik, walaupun dalam kondisi pandemi Prov. Kalteng sempat menurun pertumbuhan ekonominya pada TW I tahun 2020 yakni sebesar -1,40 %, namun Kalteng dapat bangkit dengan cepat sehingga pertumbuhan ekonomi pada TW I tahun 2021 naik sebesar 3,40 % dan kembali meningkat 7,32% pada TW I tahun 2022.

“APBD merupakan rencana keuangan pemerintah daerah selama satu tahun yang ditetapkan oleh peraturan daerah. APBD dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi pemerintah daerah kepada masyarakatnya mengenai prioritas pengalokasian yang dilakukan oleh pemerintah daerah setelah berkoordinasi dengan pihak legislatif, DPRD”, tutur Wagub H. Edy Pratowo.

Wujudkan Kebijakan Anggaran yang Efektif dan Efesien Sesuai Ketentuan, Pemprov Kalteng Gelar FGD APBD TA.  2022

Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo saat sambutannya

Edy berharap melalui kegiatan FGD ini dapat mendorong optimalisasi pengelolaan APBD Prov. Kalteng, agar dapat berjalan efektif, dan juga tepat sasaran, sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku, sehingga dapat mempercepat percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalteng.

Sebagaimana diketahui, Prov. Kalteng mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat dalam hal ini Presiden RI H. Joko Widodo  untuk melaksanakan Program Strategi Nasional (PSN) Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas guna turut mendukung ketahanan pangan nasional serta menjadi provinsi penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur. 

Selain hal tersebut, selain meningkatkan pendapatan daerah melalui pengeloaan hasil Sumber Daya Alam dari sektor pertambangan, perkebunan, dan sektor potensial lainnya. Saat ini Provinsi Kalimantan Tengah juga sedang melakukan pengembangan kawasan tambak udang vaname di Kabupaten Sukamara.

“Sebagai Provinsi Penyangga IKN, Provinsi Kalimantan Tengah terus berbenah salah satunya melalui infrastruktur pembangunan yang terus dilakukan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, sehingga aksesibilitas di seluruh daerah di Kalimantan Tengah dapat terlalui melalui darat”, ungkap Edy.

Diutarakan lebih lanjut oleh Edy bahwa pendapatan daerah Prov. Kalteng sebesar 5,1 triliun lebih, dengan PAD sebesar 2,5 triliun lebih, transfer pendapatan 2,6 triliun lebih, dan pendapatan daerah lain yang sah 1 miliar lebih. Sedangkan jumlah untuk belanja daerah sebesar 5,1 triliun lebih, dengan belanja operasional 3,1 triliun lebih, belanja modal 1 triliun lebih, belanja tidak terduga 256 miliar lebih, belanja transfer sebanyak 749 miliar lebih. Selanjutnya, untuk pembiayaan daerah penerimaan pembiayaan sebesar 235 miliar lebih, pengeluaran pembiayaan sebesar 210 miliar lebih.

“Menjadi harapan kita bersama diharapkan dapat menjadi modal utama bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan guna mewujudkan Kalteng maju, mandiri dan adil untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat menuju Kalteng Makin Berkah”, tutup Edy.(red*)

Sumber MMC Kalteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *