Tito Karnavian Pimpin Rakor Inspektur Provinsi dan Inspektur Pembantu Daerah

JAKARTA –IB-Inspektur seluruh Indonesia dengan tema “APIP Kawal Kepatuhan Penyelenggaraan Pemda” secara virtual di Ruang Rapat 2 Kantor Inspektorat Prov. Kalteng, Selasa (26/7/2022).

Rakor ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan dibuka oleh Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri Irjen Pol Tomsi Tohir

“Rapat koordinasi ini diikuti secara khusus oleh Inspektur Daerah provinsi dan Inspektur Pembantu Daerah kabupaten/kota seluruh Indonesia dan Pejabat strategis di lingkungan Kementerian Dalam Negeri,” ucap Tomsi. 

Turut hadir mendampingi Inspektur Prov. Kalteng, Inspektur Pembantu Khusus Cahkung, Pejabat Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (PPUPD) Madya Hendra  dan  Tahan Auditor Muda Noel serta PPUPD Pertama Edy Widodo dan Erwin Pras.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan bahwa sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Kementerian Dalam Negeri sebagai pembina dan pengawas umum Pemerintahan, salah satunya adalah melalui peran Inspektur selaku Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) yang memiliki jaringan APIP dari tingkat pusat sampai dengan tingkat Daerah, yang terdiri dari Inspektur Jenderal, Inspektur Daerah provinsi dan Inspektur Daerah kabupaten. 

“Terdapat mekanisme kerja yang dapat dilaksanakan secara top-down  maupun  bottom-up,” ucap Tito. 

Tito juga mengatakan, problema yang dihadapi oleh Inspektorat Daerah saat ini adalah kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada Inspektorat yang belum memadai dengan memenuhi kebutuhan Auditor serta melakukan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan APIP.

Selain itu juga perlu adanya peningkatkan integritas dari pegawai Inspektorat menjadi “sapu” yang bersih. “Penting untuk membentuk Satgas Pangan di Daerah yang bertugas untuk memastikan dan memonitoring ketersediaan, kelancaran distribusi serta fluktuasi harga 11 bahan pangan di Daerah, sebagai bentuk dukungan untuk menjaga ketersediaan stabilitas harga pangan,” tutup Tito.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *