
Bappedalitbang Prov. Kalteng menggelar fasilitasi rancangan akhir RKPD Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2023
Kalteng – http://Inovasiborneo.co.id– Pemprov. Kalteng melalui Bappedalitbang menggelar Fasilitasi Rancangan Akhir RKPD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2023 bersama dengan beberapa Ditjen dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Kegiatan yang digelar di Aula Bappedalitbang Prov. Kalteng Rabu (22/6/2022) itu, dihadiri oleh perwakilan setiap Perangkat Daerah Provinsi Kalteng.
Fasilitasi ini menjadi sarana bagi setiap Perangkat Daerah Provinsi Kalteng untuk dapat mensinergikan permasalahan, arah kebijakan dan indikator capaian dalam dokumen perencanaan yang sudah dibuat. Sekretaris Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Sri Purwaningsih menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan di daerah termasuk Kalteng harus integral dengan rencana pembangunan Nasional.
“RKPD Provinsi Kalteng harus punya garis yang sama dengan rencana pembangunan Nasional itu sendiri,” katanya via zoom.
Penyusunan RKPD untuk tahun 2023 ini merupakan pelaksanaan RPJMD Provinsi Kalteng tahun ketiga. Penyusunan kali ini menggunakan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).
Kepala Bappedalitbang Prov. Kalteng, H Kaspinor menyampaikan perencanaan yang sudah ada mendapat apresiasi dari Ditjen Kementerian Dalam Negeri.
“Termasuk juga ada masukan-masukan pada hari ini agar adanya sinergisitas antara program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, terutama yang berkenaan dengan program-program strategis Nasional yang sudah beroperasi,” ujarnya.
Fasilitasi ini juga dalam rangka menjalankan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan rencana anggaran pendapatan belanja daerah di tahun-tahun berikutnya.
“Dengan adanya proses yang sesuai dengan mekanisme pembahasan-pembahasan program rencana pembangunan ini, maka kita berharap adanya peningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah,” ucap Kaspinor.

Kegiatan fasilitasi rancangan akhir RKPD Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2023
Menurutnya, semakin banyak yang mengkritisi berarti semakin baik untuk kemajuan Kalteng.
“Terutama dalam kualitas perencanaan, tinggal nanti ini juga harus diperhatikan bagaimana kita mampu untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan potensi yang kita miliki agar bisa memperoleh anggaran dalam membiayai program kegiatan yang sudah direncanakan,” tuturnya.
Lanjut Kaspinor, hal inilah yang merupakan tantangan, sehingga perencanaan betul-betul realistis.
“Sesuai dengan kemampuan kita, sesuai dengan sumber daya yang kita miliki kemudian juga sesuai kebijakan menurut peraturan perundang-undangan dan juga sesuai dengan syarat-syarat teknis, sehingga di kemudian hari ada kesinambungan di dalam pembangunan,” jelasnya.

