Kotak Amal Mesjid Ash-Shiddiq Digondol Maling

Barito Utara-IB-Terjadi tindak keriminal pencurian kotak amal di mesjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Jln. Pelajar Kabupaten Barito Utara. Kejadian tersebut dilakukan oleh orang tak dikenal. Diperkirakan terjadi pukul 24.00 WIB dini hari (21/4/21).

Dari hasil pantauan wartawan Inovasiborneo.(22/04/21), terlihat kotak amal tersebut dalam keadaan rusak serta uang yang ada didalam kotak amal tersebut raib tak tersisa, kerugian diperkirakan senilai Rp 400.000 (empat ratus ribu rupiah)

Bapak Marjulin selaku ketua Yayasan mesjid Abu Bakar Ash-Shiddiq (22/04/21) mengungkapkan, kronologis kejadiannya bermula saat jemaah mesjid Abu Bakar Ash-Shiddiq melakukan tadarusan selepas sholat taraweh hingga jam 10.00 malam, “sebelum kejadian pencurian kotak amal tersebut kami melakukan tadarusan dengan anak-anak sampai jam 10.00 malam” ungkapnya.

Bapak Marjulin Juga menambahkan setelah menyelesaikan acara tadarusan dia pergi bersama bandahara mesjid kerumah bapak Nordin selaku pengurus mesjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, “setelah tadarusan kami ketempat Mas Nurdin selaku pembina mesjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, kami ngobrol di tempat beliau, saat kami asyik ngobrol, tiba-tiba terdengar suara dentuman keras sebanyak 3 kali di sebelah selatan mesjid, kami awalnya tidak curiga pada suara dentuman tersebut sampai kami pulang dari rumah pak Nurdin pada jam 01.02 WIB dini hari” tandasnya.

Selepas adzan subuh baru kejadian pencurian kotak amal tersebut diketahui oleh bapak Marzulin, menurut keterangan beliau kotak amal tersebut dicongkel oleh pencuri sehingga kotak amal tersebut rusak “kejadiannya baru diketahui selepas adzan subuh, pada waktu itu tiba-tiba saya melihat kotak amal rusak dicongkel oleh pencuri” ungkap bapak Marzulin (22/04/21).

Dia juga menambahkan bahwa perkiraan kerugian yang mereka alami senilai 400.000 dan mereka juga tidak memperkarakan atau melaporkan pencuri kotak amal mesjid Abu Bakar Ash-Shiddiq tersebut ke pihak berwajib “untuk kerugian sendiri tidak banyak, kira-kira dibawah 500.000, ya kira-kira 400.000, kami juga tidak akan memperkarakan atau melaporkan pelaku kepada pihak yang berwajib” ungkap bapak Marzulin. (Rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *