PALANGKA RAYA – IB. Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan Press Release (rilis pers) Penanganan Covid-19 di Kalteng dari Gedung Smart Province Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Prov. Kalteng, Senin (26/10/2020)

Dalam rilis pers tersebut diungkapkan bahwa terdapat 4 Kabupaten/Kota yang mengalami perubahan Resiko Kenaikan Kasus Penyebaran Covid-19 di Kalteng, yaitu:
1). Kabupaten Gunung Mas dari resiko rendah (zona kuning) menjadi resiko sedang (zona oranye).
2). Kabupaten Barito Utara dari dari resiko sedang (zona oranye) menjadi resiko rendah (zona kuning).
3). Kabupaten Seruyan dari dari resiko sedang (zona oranye) menjadi resiko rendah (zona kuning).
4). Kabupaten Sukamara dari dari resiko sedang (zona oranye) menjadi resiko rendah (zona kuning).
Sehingga jika dilihat secara keseluruhan, Hasil Penilaian Resiko Kenaikan Kasus Penyebaran Covid-19 Provinsi Kalteng berada pada Resiko Sedang (Zona Oranye) dengan skor 2,29, status terdampak.
Selanjutnya, Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalteng menyampaikan jumlah akumulasi data sampai dengan hari ini Senin, 26 Oktober 2020, pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kalteng bertambah sebanyak 23 orang dengan total kasus mencapai 4.233 orang, pasien dinyatakan sembuh sebanyak 34 orang dan pasien dinyatakan meninggal dunia sebanyak 151 orang.
Adapun perkembangan data Covid-19 yang akumulasinya dihimpun sampai dengan Pukul 15.00 WIB, sebagai berikut: Kabupaten-Kota zona terdampak, sebanyak 13 kabupaten dan 1 kota sudah terdampak. Kasus konfirmasi, ada penambahan sebanyak 23 orang, yaitu di Palangka Raya 2 orang, Katingan 1 orang, Kapuas 1 orang, Gunung Mas 3 orang, Barsel 3 orang, Barut 8 orang, dan Murung Raya 5 orang, sehingga dari semula sebanyak 4.210 orang menjadi 4.233 orang.
Sembuh, ada penambahan sebanyak 34 orang, yaitu di Palangka Raya 3 orang, Katingan 3 orang, Kotim 13 orang, Kobar 4 orang, Kapuas 9 orang, Barsel 1 orang, dan Barut 1 orang, sehingga dari semula 3.710 orang menjadi 3.744 orang. Kasus Suspek, ada penurunan sebanyak 3 orang, sehingga dari semula 284 orang menjadi 281 orang. Kasus Probable, tidak ada penambahan, sehingga tetap menjadi 44 orang.
Kemudian Dalam Perawatan, ada penurunan sebanyak 14 orang, sehingga dari semula 352 orang menjadi 338 orang dan Kasus Meninggal, ada penambahan sebanyak 3 orang, yaitu di Kotim 1 orang dan Kobar 2 orang, sehingga dari semula 148 orang menjadi 151 orang. Tingkat kematian atau Case Fatality Rate (CFR) 3,6%.

