Dinas Ketahanan Pangan Kapuas Mendukung Penuh Program Food Estate

KUALA KAPUAS, IB – Dalam rangka mendukung Pemerintah Pusat untuk menjadikan Kalimantan Tengah sebagai Kawasan Ketahanan Pangan Nasional yang akan segera digarap ditahun 2020 tepatnya di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, Pemkab Kapuas melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kapuas mendukung secara penuh program Food Estate tersebut.

Hal ini dijelaskan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kapuas Catur Feriyanto didampingi Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kapuas Asy’ari saat ditemui di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kapuas, Jumat (18/09/2020) pagi.

“Sejak tahun 2020 ini yang secara umum merupakan penciptaan kembali pengembangan Kawasan pangan secara terpadu, bukan hanya tanaman pangan padi tapi juga bahan pendukung lain seperti jagung, ubi ubian dan tanaman pangan lainnya yang dalam kebutuhan sembilan bahan pokok,” ungkap Catur.

Masyarakat diminta mendukung secara penuh program ini karena proyek Pemerintah Pusat bukan hanya untuk kebutuhan pangan yang ada di Kalimantan Tengah akan tetapi juga untuk kebutuhan masyarakat secara nasional.

Program ini juga dicanangkan untuk menyangga ketahanan pangan dikawasan Ibu Kota Negara baru yakni Penajam, Kalimantan Timur. Dengan titik awal garapan berada di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau terus berjalan ke Kabupaten yang ada di Provinsi tetangga Kalimantan Selatan, Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut dan Tanah Bumbu.

“Program Food Estate yang akan digarap di Provinsi Kalimantan Tengah tepatnya di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau ini pada tahap awal akan diujicobakan sebanyak 30 ribu hektar lahan diantaranya 20 ribu hektar lahan di Kabupaten Kapuas yang tersebar dibeberapa Kecamatan dan 10 ribu hektar di Kabupaten Pulang Pisau,” tuturnya.

Ia juga mengharapkan petani – petani lokal dapat berpartisipasi aktif dalam proyek Food Estate ini agar apa yang diharapkan oleh Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat bahwa generasi milenial Kalteng harus ikut berperan aktif menghadapi program Strategis Nasional tersebut.

“Dalam pengerjaan mega proyek ini dapat melibatkan putra dan putri yang berada di Kalimantan Tengah dengan harapan dapat menjadi tenaga kerja yang terampil dan produktif sehingga mampu meningkatkan hasil dari proyek ini dan pembangunan kesejahteraan di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *