Edy – Taty Mampu Membuat Pulpis Sebagai Penyangga Pangan di Kalteng

https://www.inovasiborneo.co.id -Pulang Pisau- Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) merupakan lumbung padi kedua di Kalimantan Tengah. tentunya hal ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat pulang pisau. tidak dapat dipungkiri lagi, semua itu tergapai oleh masa kepimimpinan H Edy Pratowo – Pujirustati Narang (Edy-Tati). dengan berkomitmen yang kuat keduanya mampu membuat Kabupaten Pemekaran Kapuas ini sebagai penyangga pangan di Kalteng.

Alih fungsi lahan menjadi ancaman terhadap keberlangsungan pertanian di berbagai daerah. Semakin menipisnya lahan pertanian secara otomatis akan berdampak secara langsung terhadap produksi hasil pertanian. namun Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Edy-Taty) tetap komitmen untuk mempertahankan lahan pertanian agar tidak beralih fungsi.

“Kami buat Perda untuk kegiatan usaha pertanian berkelanjutan, lahan – lahan potensi pertanian tidak diperkenankan dialihfungsikan”,ungkap Edy Pratowo saat berbicara tentang potensi pertanian.

Dalam paparannya Edy Pratowo juga mengungkapkan komitmennya untuk terus meningkatkan hasil produksi pertanian di wilayahnya yaitu melewati intensifikasi pertanian dengan meningkatkan hasil pertanian. Upaya yang dilakukan pihaknya dengan cara mengoptimalkan fungsi lahan pertanian yang dahulu hasil produksi 3 ton per hektare menjadi 5 ton per hektare.

Upaya lain yang dilakukan Pemkab Pulpis katanya untuk meningkatkan produksi pertanian (padi), yakni dengan melakukan ekstensifikasi pertanian, memperluas lahan atau cetak sawah baru. Program tersebut juga bersinergi dengan program pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian yang salah satunya meningkatkan hasil pertanian khususnya padi. pihaknya menargetkan, produksi padi di Pulang Pisau terus mengalami peningkatan di atas 10 persen.

“Modal untuk mencapai target itu dengan melakukan ekstensifikasi yang dilakukan secara konsisten,” kata Edy Pratowo meyakinkan.

Upaya Edy Pratowo untuk mewujudkan Pulpis menjadi penyangga pangan di Kalteng tidak hanya itu. Untuk terus menggenjot hasil produksi padi dan memotivasi petani dalam meningkatkan produksi padi pihaknya juga memperbanyak bantuan sarana produksi (Saprodi), obat-obatan, alat dan mesin pertanian serta alat pascapanen.

“Bantuan itu akan terus ditambah dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan demikian kami optimistis produksi padi semakin meningkat dan Pulpis menjadi lumbung padi Kalteng”, beber dia.

Yang terpenting, lanjut dia, muara dari semua itu selain peningkatan produksi padi adalah peningkatan perekonomian petani itu sendiri.Produksi pertanian meningkat, maka perekonomian petani juga akan meningkat. (Drt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *