Serikat Buruh FH KSBSI Murung Raya Gelar Aksi Damai Tolak RUU Cipta Kerja

INOVASI BORNEO, Puruk Cahu – Puluhan warga Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah, selaku jajaran pengurus Federasi Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (F-Hukatan KSBSI) menggelar aksi damai di Bundaran Emas Kota Puruk Cahu.

Keterangan photo.
Ketua FH KSBSI Murung Raya, Seniadinoor saat membacakan tuntutannya

Aksi damai yang digelar pagi hari tersebut dikawal oleh beberapa aparat kepolisian dari Polres Murung Raya.

Ketua DPC F-Hukatan KSBSI Kabupaten Murung Raya, Seniadinoor mengatakan inti dari aksi damai tersebut tidak lain upaya menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

“Federasi buruh seluruh Indonesia, termasuk di Murung Raya menilai RUU ini dibuat bukan untuk mensejahterakan buruh, akan tetapi memiskinkan kaum buruh secara sistematis dengan mendegradasi hak-hak buruh untuk kepentingan para industrialis kapitalis,” ungkap Seniadinoor. Kamis, (13/8/2020).

Menurut Seniadinoor RUU Cipta Kerja juga dianggap menghilangkan tanggungjawab negara kepada rakyatnya dalam memberikan perlindungan, penghidupan yang layak dan penghasilan yang layak.

“Juga kami anggap akan menghapus kewenangan otonomi daerah yang merupakan ruh dan salah satu tujuan reformasi. Pada intinya Omnibus Law RUU Cipta Kerja ini dibuat untuk kepentingan kaum pemodal, bukan untuk kepentingan rakyat atau kaum buruh,” imbuh Seniadianoor.

Dalam mengemukakan alasan penolakan terhadap RUU itu, Seniadianoor menjelaskan didalam draf pasal-pasal RUU termuat masuknya tenaga kerja asing (TKA) unskill worker dengan dihapusnya wajib izin untuk mempekerjakan TKA

“Setelah itu juga akan mempermudah PHK dengan menghapus pasal kewajiban pencegah PHK dan prosedur PHK, terhapusnya upah minimum, berlakunya upah per jam, upah borongan, upah industri padat karya serta lain sebagainya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *