Tiga Tahun Pemerintahan Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Kalteng Habib Perkebunan di Kalteng Mengalami Banyak Kemajuan.

Palangka Raya IB – Tiga tahun Pemerintahan Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya, perkebunan di Kalteng terutama sawit mengalami banyak kemajuan.
Sejak tahun 2017, melalui rekomendasi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) maka Provinsi Kalimantan Tengah dijadikan Pilot Project Kebijakan Satu Peta (KSP) di bidang perkebunan.
Kalimantan Tengah diakui telah memiliki data yang cukup untuk membuat peta kesesuaian lahan komoditi Kelapa Sawit, Karet, Kopi dan Kakao, begitu juga peta terkait perizinan lahan, batas wilayah antar perusahaan, dan lain-lain.

Terbukti dengan meningkat ya Jumlah pabrik pengolah hasil perkebunan kelapa sawit yang mengalami peningkatan,pada tahin 2016 dari 99 unit pada tahun 2018 menjadi 106 unit”Meningkatnya jumlah pabrik pengolah sawit itu bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi provinsi Kalteng , tapi juga memudahkan masyarakat pekebun sawit menjual hasilnya”, ucap Kepala Dinas Perkebunan Kalteng Rawing Rambang saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD), di Aula Bappedalitbang Lantai II, Senin (20/5).

Gubernur Kalteng telah mempersiapkan dan merencanakan di tahun 2020 dan tahun 2021 penyaluran bantuan alat pasca panen komoditas kelapa sawit. Bantuan alat itu mulai dari produksi VCO, CCO, hingga gula kelapa.
Selama Pemerintahan Sugianto-Habib, kebun karet milik masyarakat juga turut diperhatikan.

Hal itu bisa dilihat dari penyaluran bantuan bibit unggul yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016 hingga tahun 2018.”Tahun 2016 Bapak Sugianto melalui APBD menyediakan dan menyalurkan bibit karet unggul sebanyak 585.000 batang. Tahun 2017 sebanyak 292.500 batang dari APBD dan 1.023.000 batang dari APBN. Tahun 2018 sebanyak 40.000 batang”, ujar Rawing.

Untuk pengembangan tanaman kopi dan kakao telah dimulai sejak tahun 2017, berlanjut di tahun 2018 dan tahun 2019.
Tanaman kakao yang telah ditanami hingga tahun 2018 telah mencapai 283 hektar, dan tahun 2019 ditargetkan bertambah seluas 507 hektar.(sumber Diskominfo Kalteng/Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng.)(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *