INI PESAN KETUA DAD KEPADA PESERTA NAPAK TILAS

Palangka Raya,(KALTENG)-IB-Sedikitnya seribuan warga dayak berkumpul di Betang Hapakat Kota Palangka Raya, kehadiran warga dayak dari penjuru Kalimantan diantaranya, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah selaku tuan rumah kegiatan napak tilas dan seminar internasional ini merupakan momentum yang sangat positif sekali untuk memperkokoh rasa persatuan dalam perbedaan agama, status dan lainnya.

Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran mengatakan, kegiatan napak tilas ke Desa Tumbang Anoi, yang dilakukan saat ini merupakan simbol dimana warga dayak tidak akan melupakan sejarah masa lalu, di desa itu ada momentum perdamaian sebagai upaya kemajuan pemikiran warga dayak di masa lalu yang kita nikmati saat ini.

H. Agustiar yang terpilih sebagai DPR RI utusan Kalteng dan juga kader terbaik PDIP init kembali menegaskan, kita orang dayak memang wajib mengikuti perkembangan kemajuan zaman saat ini, namun pastinya jangan sampai melupakan adat budaya lokal kita yang merupakan warisan leluhur nenek moyang.

Lebih jauh H. Agustiar kembali menegaskan, warga dayak jangan sampai mati di daerah nya sendiri, ibarat kata “tikus jangan sampai mati di lubung padi”, mari mulai sekarang dan kedepan nanti kita tetap melestarikan adat budaya yang ditinggalkan para leluhur kita.”Wajib bagi orang dayak mengikuti perkembangan zaman, namun wajib juga melestarikan adat budaya lokal warisan leluhur nenek moyang,” pungkasnya di amini tokoh dayak lainnya.(Yoh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *