Target Pembangunan Pemprov Kalteng Bidang Sanitasi 2024: Akses sanitasi layak 80%; Penanganan Sampah Perkotaan 83%

KALTENG-http://inovasiborneo.co.id– “Sesuai Rencana Pembangunan  Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 telah ditetapkan target pembangunan bidang sanitasi untuk Provinsi Kalimantan Tengah  sampai  dengan tahun 2024, yaitu  target akses sanitasi layak 80%; target sanitasi aman 8%; target BABS di tempat terbuka 0%; dan target penanganan sampah perkotaan 83%,” tegas Leonard.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bappedalitbang dalam kegiatan Coaching Clinic 6 bertempat di Aula Bappedalitbang Prov. Kalteng, Selasa (11/06/2024).

Turut hadir, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappedalitbang Prov. Kalteng Yohanna Endang, Assisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kab. Katingan Eka Suryadilaga, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kab. Lamandau Meigo, Pokja Perumahan, Permukiman, Air Minum dan Sanitasi (Pokja PPAS) Provinsi, SKPD terkait lingkup kab. Katingan dan Kab. Lamandau. Hadir pula secara virtual, TA Kesehatan Masyarakat, Direktorat Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian PPN/Bappenas Bayu Erlangga, Konsultan Supervisi Implementasi PIU T Kemen PUPR Dyah Ernawati, Direktorat Penyehatan Lingkungan, Kemenkes Sukarmi, Konsultan Bantuan Teknis PIU KP, Direktorat SUPD II, Kemendagri Arief Budiman.

Ia menambahkan, bahwa kegiatan Coaching Clinic 6 ini sebagai bagian dari kegiatan Milestone 4 implementasi SSK Kabupaten Katingan dan Kabupaten Lamandau, sebagai tahapan tindak lanjut dari kegiatan milestone 1,2,3 implementasi SSK yang telah dilaksanakan tahun 2023 dengan pendampingan dari pusat. Adapun saat ini tahapan kegiatan pendampingan implementasi SSK yang dilakukan pada 2 kabupaten tersebut adalah telah menyusun program kegiatan dan pendanaan indikatif jangka menengah pembangunan bidang sanitasi dan penyehatan lingkungan, melaksanakan kegiatan layanan sanitasi skala terbatas, dan saat ini sedang melakukan kegiatan layanan sanitasi skala penuh, serta monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.

Kepala Bappedalitbang Prov. Kalteng Buka Coaching Clinic 6 Implementasi SSK Program PPSP Kabupaten Katingan dan Lamandau

Coaching Clinic 6 Implementasi SSK Program PPSP Kabupaten Katingan dan Lamandau

Selain itu, Coaching Clinic 6 hari ini dimaksudkan untuk mendapatkan input/masukan dan saran dari Pokja PPAS provinsi dan pusat (Pokja PPAS Nasional) terhadap progres kegiatan Milestone 4 implementasi SSK yaitu layanan skala penuh di Kabupaten Katingan dan Kabupaten Lamandau berdasarkan paket kebijakan yang telah disusun pada tahapan sebelumnya.

Selain itu, Coaching Clinic 6 hari ini dimaksudkan untuk mendapatkan input/masukan dan saran dari Pokja PPAS provinsi dan pusat (Pokja PPAS Nasional) terhadap progres kegiatan Milestone 4 implementasi SSK yaitu layanan skala penuh di Kabupaten Katingan dan Kabupaten Lamandau berdasarkan paket kebijakan yang telah disusun pada tahapan sebelumnya.

sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yaitu peningkatan kapasitas institusi dalam layanan pengelolaan sanitasi; peningkatan komitmen Kepala Daerah untuk layanan sanitasi yang berkelanjutan; pengembangan infrastruktur dan layanan sanitasi permukiman sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah; peningkatan perubahan perilaku masyarakat dalam mencapai akses aman sanitasi serta pengembangan kerjasama dan pola pendanaan.

“Sesuai Rencana Pembangunan  Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 telah ditetapkan target pembangunan bidang sanitasi untuk Provinsi Kalimantan Tengah  sampai  dengan tahun 2024, yaitu  target akses sanitasi layak 80%; target sanitasi aman 8%; target BABS di tempat terbuka 0%; dan target penanganan sampah perkotaan 83%,” tegas Leonard.

Ia menambahkan, bahwa kegiatan Coaching Clinic 6 ini sebagai bagian dari kegiatan Milestone 4 implementasi SSK Kabupaten Katingan dan Kabupaten Lamandau, sebagai tahapan tindak lanjut dari kegiatan milestone 1,2,3 implementasi SSK yang telah dilaksanakan tahun 2023 dengan pendampingan dari pusat. Adapun saat ini tahapan kegiatan pendampingan implementasi SSK yang dilakukan pada 2 kabupaten tersebut adalah telah menyusun program kegiatan dan pendanaan indikatif jangka menengah pembangunan bidang sanitasi dan penyehatan lingkungan, melaksanakan kegiatan layanan sanitasi skala terbatas, dan saat ini sedang melakukan kegiatan layanan sanitasi skala penuh, serta monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *