KALTENG-http://inovasiborneo.co.id–Sahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko mengatakan, sesuai dengan data yang dipaparkan BPS RI bahwa kondisi per y – on – y inflasi Kalimantan Tengah 2,99% berada pada posisi ke 24 se Indonesia.
Hal tersebut disampaikan saat mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2024 bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI secara virtual, bertempat di Ruang Bajakah Lt. II Kantor Gubernur Kalteng, Senin (20/5/2024)
Dijelaskannya, dengan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, seperti pasar murah, pasar penyeimbang dan penanaman komoditas pangan, diharapkan bisa tetap mempertahankan dan menekan angka inflasi di Kalteng agar jangan sampai masuk kategori tertinggi,”dan kemarin kita sudah melakukan panen raya cabai, melalui salah satu teknologi budidaya diperoleh hasil 200 – 300 kg, sehingga harga cabai bisa turun” ujarnya.
Menurut Yuas, menjadi PR kita bersama adalah melakukan pemantauan untuk memberikan efek psikologis kepada penampung komoditas bahan pokok ini” tandasnya.
Lebih lanjut menurutnya, kabupaten/kota bisa menggiatkan sidak dan penyuluhan, agar harga tidak terlalu tinggi, sehingga inflasi di Kalimantan Tengah tetap bisa aman dan terkendali dengan baik, “dan menjadi PR kita bersama adalah melakukan pemantauan untuk memberikan efek psikologis kepada penampung komoditas bahan pokok ini”
Berdasarkan hasil pemantauan harga SP2KP pada Minggu Kedua Mei 2024 ini, beberapa komoditas pangan yang harganya meningkat, dan perlu diwaspadai karena terjadi penambahan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga adalah bawang merah, cabai merah, gula pasir, bawang putih, dan telur ayam ras, “dedangkan harga beras terus mengalami penurunan sampai dengan M3 Mei 2024, seiring dengan masuknya periode panen raya sepanjang Maret – April 2024”pukasnya.

Peserta tengah mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi

