Penurunan Harga Daging Ayam Ras Kalteng Alami Deflasi Pada Februari 2024

Sahli Gubernur Yuas Elko Pimpin Rapat Evaluasi TPID terhadap Inflasi Kalteng Bulan Februari 2024

Kepala Perwakilan BI Prov Kalteng Taufik Saleh

KALTENG-http://inovasiborneo.co.id-Kepala Perwakilan BI Prov Kalteng Taufik Saleh dalam laporannya sqat mengukuti rapat Evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terhadap hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Inflasi Kalteng Bulan Februari 2024, bertempat di Ruang Rapat Bajakah, LT. II Kantor Gubernur Kalteng, Senin (4/3/2024),menyampaikan Kalteng mengalami deflasi cukup dalam ditopang oleh penurunan harga daging ayam ras.

Pada Februari 2024, Kalteng mencatatkan deflasi sebesar 0,46% (mtm), menurun signifikan dibandingkan Januari 2024 yang inflasi sebesar 0,20% (mtm).

Deflasi ditopang oleh normalisasi harga daging ayam ras seiring pasokan yang kembali normal pasca kelangkaan stok pada bulan lalu. Namun demikian, kenaikan harga beras menahan deflasi lebih dalam akibat kemunduran jadwal masa tanam pada daerah sentra produksi dampak El Nino. Kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) rata-rata sebesar 10% per 1 Januari 2024 masih mendorong kenaikan harga Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Disampaikannya bahwa tekanan inflasi di Kalteng pada Maret 2024 diperkirakan meningkat. Adapun faktor pendorong inflasi dikarenakan pergeseran panen komoditas tanaman pangan karena El Nino yang berlangsung lebih panjang menggeser masa tanam komoditas terkait,potensi terjadinya La Nina pada pertengahan tahun 2024, tarif cukai hasil tembakau (CHT) naik 10% mulai Januari 2024, keterbatasan pasokan beberapa komoditas holtikultura karena belum memasuki masa panen, potensi menurunnya hasil tangkap perikanan karena curah hujan tinggi dan eningkatan permintaan pada periode HBKN Ramadhan dan Idulfitri.

Sementara, faktor penahan inflasinya adanya pengendalian inflasi oleh Pemda dan penanganan perubahan cuaca ekstrem oleh Dinas terkait, berlangsungnya panen beras pada bulan Maret 2024 serta penurunan harga BBM non subsidi per 1 Januari 2024. Prakiraan alokasi subsidi BBM tahun 2024 meningkat 10%.

Disampaikannya bahwa tekanan inflasi di Kalteng pada Maret 2024 diperkirakan meningkat. Adapun faktor pendorong inflasi dikarenakan pergeseran panen komoditas tanaman pangan karena El Nino yang berlangsung lebih panjang menggeser masa tanam komoditas terkait,potensi terjadinya La Nina pada pertengahan tahun 2024, tarif cukai hasil tembakau (CHT) naik 10% mulai Januari 2024, keterbatasan pasokan beberapa komoditas holtikultura karena belum memasuki masa panen, potensi menurunnya hasil tangkap perikanan karena curah hujan tinggi dan eningkatan permintaan pada periode HBKN Ramadhan dan Idulfitri. Sementara, faktor penahan inflasinya adanya pengendalian inflasi oleh Pemda dan penanganan perubahan cuaca ekstrem oleh Dinas terkait, berlangsungnya panen beras pada bulan Maret 2024 serta penurunan harga BBM non subsidi per 1 Januari 2024. Prakiraan alokasi subsidi BBM tahun 2024 meningkat 10%.

Sahli Gubernur Yuas Elko Pimpin Rapat Evaluasi TPID terhadap Inflasi Kalteng Bulan Februari 2024

Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kalteng Akhmad Tantowi saat menyampaikan laporannya

Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kalteng Akhmad Tantowi menyampaikan andil komoditas utama terhadap inflasi/ deflasi M to M di Prov. Kalteng -0,46 persen. Adapun andil inflasi disebabkan oleh beras, telur ayam ras, ikan gabus, udang basah dan ikan bakar. Andil deflasi disebabkan daging ayam ras, ikan nila, ikan patin, ikan patuhi dan bahan bakar rumah tangga.

Terdapat empat kota yang mengalami deflasi di Prov. Kalteng diantaranya Sampit M-to-M -0,34 persen dan Y-on-Y 2,14 persen, Kota Palangka Raya M-to-M -0,41 persen dan Y-on-Y 2,32 persen, Sukamara M-to-M -0,62 persen dan Y-on-Y 2,64 persen dan Kapuas M-to-M -0,60 persen dan Y-on-Y 2,90 persen. Sedangkan 0 (nol) kota mengalami inflasi.

Rapat dihadiri Kepala Kantor Wilayah Bulog Budi Cahyonto, Kepala Perangkat Daerah/ Instansi Vertikal dilingkup Prov. Kalteng terkait. Hadir secara virtual TPID dari Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Kapuas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *