Palangka Raya –http://inovasiborneo.co.id Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah (Dispursip Kalteng) dikunjungi Wakil Gubernur Edy Pratowo, Kamis (27/3/2025). Kunjungan spontan Wagub Kalteng ini diterima Kadispursip Nunu Andriani beserta jajaran dan langsung mendampingi Wagub berkeliling ke kompleks kantor dan fasilitas layanan.
Diungkapkan Wagub Kalteng Edy Pratowo, kunjungannya kali ini adalah dalam rangka untuk melihat secara langsung bagaimana keadaan dan kondisi sarana dan prasarana pada kompleks Dispursip Kalteng yang digunakan untuk melayani masyarakat. Fasilitas tersebut berperan penting dalam pengembangan literasi dan pelestarian arsip di Provinsi Kalimantan Tengah. Tampak hadir mendampingi kunjungan Wagub Kalteng yakni Inspektur Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Saring.
Jadi saya didampingi Inspektur, hari ini di tengah-tengah kegiatan bekerja, saya menyempatkan ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus untuk melihat aktivitas, apa yang dilaksanakan di Dispursip ini. Ya memang, kalau saya melihat semangat untuk memberikan layanan kepada masyarakat juga harus dibarengi (disertakan) dengan fasilitas pendukung yang lebih baik ya. Misalnya gedung, kemudian kelengkapan-kelengkapannya yang bisa dengan mudah didapatkan oleh masyarakat, terutama pengunjung ke Perpustakaan itu”, kata Wagub Edy Pratowo.
Saat berkeliling kompleks kantor Dispursip Kalteng dan memasuki ruang-ruang layanan maupun area kerja pegawai, Wagub Edy Pratowo melihat langsung keadaan dan kondisi bangunan lama yang telah dimakan usia. Beberapa fasilitas, sarana dan prasarana memang telah dilakukan perbaikan beberapa kali.
Namun, seperti yang diakui Kadispursip Kalteng Nunu Andriani bahwa gedung Dispursip Kalteng sebagian besar merupakan bangunan lama yang berdiri sejak awal dan berusia puluhan tahun. Walaupun keadaan yang rusak telah dibenahi, tetapi belum bisa memperbaiki secara keseluruhan karena usia gedung yang sudah tua.
“Gedung ini juga mempunyai nilai sejarah bagi Provinsi Kalimantan Tengah karena merupakan Gedung Perpustakaan Umum pertama milik Provinsi di Kota Palangka Raya, dan sejak awal bangunannya seperti ini. Hanya ada pembenahan atau penambahan beberapa bagian dalam pemeliharaan. Karena itu sangat memerlukan dukungan Pemerintah Provinsi agar gedung perpustakaan yang bernilai history ini tetap lestari dan fasilitasnya bisa dinikmati masyarakat dalam jangka waktu lama”, ungkap Kadispursip Kalteng Nunu Andriani saat mendampingi Wagub Kalteng berkeliling.
Wagub Edy Pratowo menyampaikan bahwa kunjungan ini juga merupakan arahan dari Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dalam merespon usulan Dispursip Kalteng, permintaan perbaikan beberapa fasilitas perpustakaan dan arsip yang sudah lama, mengalami kerusakan dan tidak berfungsi maksimal, di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran. Wagub menyampaikan komitmen yang tinggi Pemerintah Provinsi untuk mencapai visi Kalteng Maju dengan terus meningkatkan layanan masyarakat melalui perbaikan sarana publik literasi seperti yang ada pada Dispursip Kalteng.
“Kita support, artinya kemarin pada saat pembahasan anggaran dengan Bapak Gubernur di Aserna, kemarin per OPD juga sudah dibahas, termasuk Dispursip, dilaporkan oleh Ibu Kadis bahwa kondisinya seperti ini. Bapak Gubernur juga menyampaikan bahwa memang harus dilakukan pembenahan. Makanya kami datang ke sini untuk memastikan dan nanti akan saya sampaikan kepada Bapak Gubernur. Bukan hanya Dispursip saja, namun juga dinas-dinas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing”, kata Wagub Edy Pratowo.
Selain itu, Wagub juga menekankan bahwa pembenahan untuk pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berfokus pada bangunan atau gedung saja, tetapi juga mencakup pada sistem dan fasilitas layanan yang harus mengikuti perkembangan zaman lebih efektif dan efisien dengan digitalisasi. “Kemudian juga orientasi kita kan sekarang harus ke arah ilmu pengetahuan serba digital, jadi harus memperbarui fasilitas yang ada dengan digital untuk memudahkan supaya pengunjung atau yang melakukan kunjungan ke Perpustakaan dan Arsip ini untuk mendapatkan sumber-sumber bahan literatur itu juga bisa dengan mudah. Bisa tinggal klik, lalu bisa dibaca. Kalaupun memang tidak punya waktu, mereka juga bisa melihat secara online, secara digital. Arahnya harus ke sana. Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus mengikuti kemajuan zaman itu”, tegas Wagub.

