KALTENG http://inovasiborneo.co.id,-Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029 di bidang sanitasi terdapat perubahan paradigma, dari target sanitasi layak dan aman menjadi aman dan berkelanjutan sebesar 30%. Artinya dengan capaian akses sanitasi aman tahun 2023 di Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 11,16%, masih terdapat gap sebesar 18,84%. Strategi multi aspek yang diperlukan untuk mewujudkan sanitasi yang aman dan berkelanjutan, meliputi kerangka regulasi, aspek teknis, aspek ekonomi, kelembagaan, pendanaan dan partisipasi masyarakat.

Foto Bersama
Di Akhir Perayaannya,Kepala Bappedalitbang Prov. Kalteng menyampaikan dalam rangka pemantauan dan evaluasi program PPSP, kabupaten/ kota agar segera melakukan pengisian/ input dan pemutakhiran sanitasi data pada web Nawasis, sebagaimana telah dilakukan pelatihan oleh Pokja PPAS provinsi pada tanggal 5 September 2024.
“Berkenaan dengan perencanaan pembangunan bidang sanitasi tahun 2026, sebagaimana RPJPN 2025-2045 pembangunan bidang sanitasi mencakup air limbah, halte Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan persampahan tetap menjadi fokus dan prioritas, khususnya yang berkaitan dengan penanganan stunting , serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia ( IPM),” pungkas Leonard.
Hadir dalam kegiatan tersebut yakni Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappedalitbang Prov. Kalteng Yohanna Endang , perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Tengah Borneo Saputra , Kasi PUPR Hayatun , Bappeda kab/kota, serta OPD terkait cakupan Kab/Kota se-Kalteng

