KALTENG-http://inovasiborneo.co.id-Kepala Disnakertrans Prov. Kalteng Farid Wajdi menyampaikan bahwa calon P4MI dari Kalteng menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
“Pada tahun 2022 terdapat 40 orang, pada tahun 2023 sebanyak 70 orang. Peningkatan P4MI ini diharapkan dapat berdampak bagi kesejahteraan keluarga P4MI di tanah air,” pungkas Farid.
Hal tersebut disampaikan saat mendampingi Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah Edy Pratowo menerima kunjungan Deputi Penempatan dan Perlindungan Kawasan (P2K) Asia dan Afrika Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Lasro Simbolon dan Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Selatan Wilayah Kerja Kalselteng Fachrizal, di Ruang Kerja Wakil Gubernur Kalteng, Rabu (13/3/2024).
Turut hadir pada pertemuan tersebut yakni Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Herson B. Aden, Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (KSDM) Suhaemi, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Pelatihan Kerja Disnakertrans Prov. Kalteng Abraham OB Arongear, Analis Kebijakan Madya Suasa Pasaribu, dan Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Kurnia Farida.
Pada kesempatan tersebut, Wagub Edy Pratowo menyambut baik rencana dibukanya Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Provinsi Kalimantan Tengah dan akan memfasilitasi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng).
“Saya minta kepada Kepala Disnakertrans untuk memfasilitasi dan menyiapkan tempat bagi Sekretariat P4MI Kalteng. Selain itu, juga disiapkan surat dukungan pendirian P4MI, serta membantu persyaratan lain yang dibutuhkan,” tegas Edy Pratowo.
Wagub juga berharap semoga masyarakat Kalteng yang akan bekerja ke luar negeri dapat dilayani di Palangka Raya dan sebagai pintu bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) berangkat ke luar negeri.

Suasana pertemuan di ruang kerja Wakil Gubernur
Selanjutnya, Deputi Bidang P2K Asia dan Afrika Lasro Simbolon menyampaikan bahwa masyarakat Kalteng semakin tertarik untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang dan beberapa negara lainnya.
“Dengan kondisi tersebut bisa memperkuat sinergi dalam pelayanan penempatan dan perlindungan PMI, dan kami juga meminta dukungan Pemprov Kalteng atas rencana pembentukan Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Kalimantan Tengah,” ucap Lasro Simbolon.


